Arsip

Archive for the ‘Singa Mania’ Category

Sriwijaya FC:Bawa 18 Pemain dalam lawatan ke Maladewa

Supporter – Sriwijaya FC akan memboyong 18 pemain ke Maladewa untuk menjalani babak penyisihan melawan Victory Maldives SC pada babak penyisihan Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010.  jajaran pelatih dan para pemain Laskar Wong Kito bertolak ke Maladewa kemaren Minggu, 21 Februari 2010.

Sriwijaya FC akan menghadapi Maldives SC pada Selasa, 23 Februari 2010 di Maladewa.

Asisten Manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin mengatakan, dari 18 pemain yang dibawa, dua di antaranya adalah penjaga gawang Ferry Rotinsulu dan Hendro Kartiko. Kemudian, tujuh pemain belakang, Bobby Satria, Charis Yulianto, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Ambrizal, Isnan Ali, Slamet Riyadi dan M Nasuha.

Sementara pemain tengah yang disertakan adalah Ponaryo Astaman, Zah Rahan Krangar, Tony Sucipto, Arif Suyono, Alamsyah Nasutian. Empat pemain depan Sriwijaya FC yang berangkat ke Maladewa, yakni Mustafa Aji, Rahmat Rivai, Keith Kayamba Gumbs, Anoure Obiora Richard.

Ada empat pemain Sriwijaya FC yang tidak diikutkan dalam rombongan, yaitu Precious Emuerejaye (pemain belakang), Cristian Worabay (pemain belakang), Oktavianus (gelandang), Amirul Mukminin (striker) dan Andritany (penjaga gawang).

“Precious tidak dibawa karena memang tidak didaftarkan di AFC, mengingat kompetisi di AFC Cup hanya mengizinkan memakai tiga pemain asing. Jadi, Rahmad Darmawan (pelatih Sriwijaya FC) memilih Zah Rahan, Kayamba dan Obiora,” kata Jamaluddin.

Tidak disertakannya Oktavianus, kata dia, karena gelandang tim ini tengah mengalami cedera hamstring, sedangkan Andritany dan Amirul tidak dibawa karena disesuaikan dengan kebutuhan tim. “Cristian Worabay terkena hukuman akumulasi kartu kuning, sehingga dilarang tampil dalam satu pertandingan,” katanya.

Categories: Singa Mania, Tribun Tag:

Sriwijaya Kalah, Hanya karena faktor Cuaca?

12/01/2009 Komentar dimatikan

sriwijayaSupporter – Kondisi cuaca yang buruk dan kurang mendukung penampilan pemain Sriwijaya FC (SFC), menjadi “kambing hitam” faktor penyebab kekalahan 3-0 atas Persiwa Wamena, pada laga putaran pertama Liga Super Indonesia 2009-2010, di Stadion Pendidikan Wamena, Papua, Minggu (29/11) sore.

“Kami bermain dengan suhu 10 derajat Celcius dan guyuran hujan, sehingga anak-anak tidak mampu mengembangkan permainan,” kata pelatih SFC, Rahmad Darmawan, seusai pertandingan.

Dia mengatakan, “Laskar Wong Kito” mengalami penurunan performa karena tidak dapat beradaptasi dengan suhu udara dingin. “Pemain terkejut dengan suhu yang demikian dinginnya, karena biasa bermain dalam suhu khas daerah tropis. Terlebih kondisi lapangan juga jelek karena hujan, sedangkan pemain biasa main di lapangan bagus,” ujar dia.

Namun, meski menyadari kendala yang dihadapi pemainnya tersebut, Rahmad tetap tidak dapat menutupi kekecewaan karena mengakui tim lawan bermain lebih baik dalam melancarkan strategi. “Lawan bermain lebih agresif dan banyak menguasai bola dibandingkan kami yang cederung bermain dalam tempo lamban. Akibatnya, lini pertahanan begitu mudah ditembus pemain depan lawan,” ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini.

Selain kendala cuaca, pelatih yang akrab disapa RD ini mengatakan bahwa permainan itu juga berlangsung keras. Akibatnya, beberapa kali terjadi pelanggaran terhadap pemain andalannya seperti Anoure Obiora Richard Keith, Kayamba Gumbs dan Ponaryo Astaman.

“Persiwa bermain lebih agresif dalam melakukan tekanan. Akibatnya, beberapa pemain mereka melakukan pelanggaran keras terhadap beberapa pemain kami,” tandas RD

[antara]

Categories: Singa Mania Tag:

Karena kesalahan wartawan, RD Shock

Supporter – Shock dan guratan sedih sempat terlihat jelas di wajah Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Rahmad Darmawan, ketika dikabari wartawan salah satu televisi nasional bahwa yang terpilih mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2010 adalah Persiwa Wamena.

Rahmad, di hadapan sejumlah wartawan, di Palembang, Rabu, tampak seperti terpukul dan benar-benar kaget mendapatkan kabar dari wartawan bahwa tim besutannya tidak mendapatkan tiket berlaga di LCA, mengikuti jejak Persipura Jayapura yang notabene juara Liga Super 2009-2010.

Dia pun seperti tidak konsentrasi lagi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh sejumlah wartawan yang sengaja mewawancarainya di lobi Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Rabu (25/11) sore, perihal kesiapan SFC menghadapi Persiwa Wamena, 29 November 2009.

“Waduh saya belum tahu berita itu. Kecewa sekali dan shock mendengarnya,” kata Rahmad yang akrab disapa “RD” ini pula.

Namun ternyata kabar buruk yang mengagetkan dan dibawa salah satu wartawan itu tidak benar dan langsung diklarifikasi.

Kenyataannya SFC yang dijuluki Laskar Wong Kito masih diberikan kesempatan berlaga di LCA melalui babak playoff bersama tujuh tim lagi di Asia, untuk memperebutkan dua tiket.

Raut muka sedih di wajah “RD” itu pun seketika langsung berubah sumringah. Pelatih asal Metro, Lampung yang pernah mendapat predikat pelatih terbaik ini lantas terlihat bersemangat kembali menjawab pertanyaan para wartawan.

“Tahun ini kami jauh lebih siap dibandingkan tahun lalu. Saya pun sengaja merekrut pemain timnas, tak lain karena memang mempersiapkan tim berlaga di level Asia. Itulah kenapa saya sempat shock mendengar kabar tim SFC ini tidak jadi ke LCA,” kata RD pula.

Dia menambahkan, beberapa pemain lama juga sengaja dipertahankannya, karena telah memiliki pengalaman bermain di level Asia seperti musim lalu.

“Berlaga di ajang LCA adalah hal yang berbeda buat saya, ada tantangan sendiri dan semangat di sana. Jadi wajar jika berita tadi sempat membuat saya shock. Malahan jika benar itu terjadi artinya saya harus berpikir bagaimana memotivasi diri untuk tetap semangat,” kata RD, sambil menarik napas panjang setelah mengetahui kabar yang sebenarnya.

Artinya SFC tetap berpeluang tampil di ajang LCA, untuk membuktikan kemampuan tim asal Sumatra Selatan (Sumsel) ini bisa mencapai hasil lebih baik dari yang pernah diperoleh di level sepak bola Asia. (ant/row)

Categories: Singa Mania Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.