Arsip

Archive for the ‘The Macz Man’ Category

Latihan PSM di warnai baku hantam dengan Penonton

Supporter – Pemain dan ofisial PSM Makassar terlibat perkelahian dengan sejumlah pria yang menonton latihan PSM di Lapangan Karebosi, Selasa (23/2)  pagi.

Insiden ini terjadi dipicu oleh ejekan sejumlah penonton kepada pemain-pemain PSM yang sedang latihan. Orang-orang ini menonton latihan PSM setelah bermain bola di lapangan tengah Karebosi. Mereka menonton dari sebelah barat lapangan
Tak terima diejek, Aditya Putra Dewa, Faturrahman, Syamsul dan beberapa pemain lainnya sempat membalas ejeken-ejeken tersebut. Ejeken balasan itu mereka keluarkan sambil tetap bermain.
Karena merasa sudah keterlaluan, Asisten Pelatih Kiper PSM, Lukman Sulaiman, yang mendengarnya langsung menghampiri kerumuman penonton tersebut. Insiden saling dorong dan saling pukul kemudian terjadi.
Pemain-pemain PSM dan Asisten Pelatih Imran Amirullah serta sejumlah penonton lain yang melihat kejadian ini ikut maju untuk membantu Lukman. Insiden ini berhasil diredam beberapa menit kemudian.
Kejadian ini, disaksikan juga Manajer Hendra Sirajuddin, Direktur Teknik PSM Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Umum Faisal Maming, dan Marketing Communication, Noor Korompot.
Sudah Keterlaluan
Menurut Lukman, dia sangat emosi mendengar ejekan itu karena kata-katanya sudah keterlaluan karena menyinggung pribadi pemain. Siapa pun yang mendengar ejekan itu pasti tersinggung dan emosi. Menurut Dewa, dia terpaksa membalas ejeken suporter karena sudah menyinggung nama Bapaknya, Safril Usman, yang pelatih tim PSM U-21.
“Dia bilangika apaji itu Dewa. Bapaknya pemain tarkam ji,” kata Dewa. Ejekan penonton yang sangat keterlaluan itu dibenarkan Syamsul Haeruddin. “Biar Pak Hendra (manajer PSM) juga dia katai. Dari tadi mi itu dia ejek-ejek ki tapi saya tidak hiraukan,” kata kapten PSM ini.
Salah seorang pria yang berada di kerumunan penonton yang mengejek anak-anak PSM ini, membela diri. Dia mengatakan ejekan yang mereka keluarkan itu sekadar untuk memperkuat mental pemain supaya terbiasa mendapat tekanan penonton. “Bagaimana mi kalau dia bertanding terus satu stadion yang teriaki. Masak mau na pukul itu orang satu stadion,” kata pria ini.
Informasi yang diperoleh redaksi, pria-pria dewasa yang mengejek pemain-pemain PSM ini, adalah anggota klub sepakbola amatir gabungan dari Polisi Air dan Udara (Polairud) Makassar, Polwiltabes Makassar dan masyarakat umum. Klub ini sering bermain bola di Karebosi pada pagi hari.

(mam/rif/tribuntimur)

Categories: news, The Macz Man Tag:,

Stadion La Patau bisa di gunakan PSM

Supporter – Manajemen PSM Makassar dapat bernafas lega. Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya menyetujui Stadion La Patau di Kabupaten Bone dipakai sebagai tempat penyelenggaraan dua pertandingan PSM berlabel partai usiran. Yaitu melawan Persijap Jepara pada 10 Januari dan melawan Persela Lamongan pada 14 Januari. Manajemen dan panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSM telah menerima surat dari BLI yang dikirim lewat faxmili 4 Januari kemarin. Surat bernomor 1165/A-07/BLI-3.1-I/2010 ini, ditandatangani Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusalla. Demikian diungkapkan Asisten Manajer Bidang Perlengkapan PSM, Faisal Maming, Senin (4/1) siang.

Isi surat BLI ini, jelas Faisal, mengizinkan PSM menyelenenggarakan partai usiran di Stadion La Patau. Hasil verifikasi stadion kebanggaan masyarakat Bumi Arung Palakka yang dilakukan tim dari BLI menyatakan stadion ini memenuhi syarat menggelar pertandingan Liga Super. Tetapi, tim memberikan sejumlah catatan untuk Stadion La Patau.

“Hasil verifikasi yang dilakukan tim dari BLI menyatakan Stadion La Patau memenuhi syarat dengan catatan,” kata Faisal.

Koordinator Humas Panpel Pertandingan PSM, Susuman Halim alias Sugali menambahkan, catatan untuk stadion ini yang dilampirkan dalam surat tersebut, antara lain lapangan yang masih bergelombang dan kursi di bench yang perlu perbaikan. Terkait catatan dari BLI ini, kata, Sugali, panpel sangat berharap bantuan Pemkab Bone.

“Kami sangat berharap Pemkab Bone membantu PSM dengan memperbaiki kursi di bench,” katanya.

Komisi Disiplin PSSI menghukum PSM dengan partai usiran (melakukan pertandingan kandang di stadion yang berjarak minimal 100 kilometer dari markas PSM, Stadion Mattoanging Andi Mattalatta) akibat insiden pemukulan wasit Djajat Sudrajat usai pertandingan PSM melawan Persija Jakarta,2 5 November lalu.

Pelaku pemukulan adalah seorang oknum panpel PSM yang merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Jawa Barat itu.(mam/rif)

[Tribun-Timur]

Categories: The Macz Man Tag:

Liburan,Pemain PSM berkunjung ke Bali

Supporter – Keindahan Pulau Dewata, Bali, sudah menjadi cerita dunia. Sehingga, banyak orang selalu memilih daerah tujuan wisata utama Indonesia, sebagai tempat berlibur. Salah satunya, Cristian Carrasco. Libur akhir tahun selama dua hari yang diberikan pelatih, dimanfaatkan striker andalan PSM Makassar ini, berkunjung ke Bali.

Carrasco berangkat ke Bali pada Kamis (31/12) pagi dan akan kembali ke Makassar Minggu (3/1).
“Di sini indah dan budayanya unik. Sangat asyik bisa berlibur ke sini,” kata pemain asal Chile ini, saat dihubungi Tribun, tadi malam.

Saat dihubungi, Carrasco sedang berada di sekitar Pantai Kuta. Ia sedang jalan-jalan. Menurut Carrasco, saat ini Bali seperti lautan manusia. Seluruh hotel penuh baik oleh wisatawan lokal maupun asing. Di Bali, carrasco mengaku menumpang menginap di rumah rekannya bernama Anderson yang juga seorang pemain bola.

“Hotel-hotel sudah penuh semua jadi terpaksa menginap di rumah teman. Ini juga biar irit,” katanya sambil tertawa

Categories: Pemain, The Macz Man Tag:

Minim Dana, Maksimalkan Pemain Muda

12/01/2009 Komentar dimatikan

psm-makassarSupporter – Mengarungi kompetisi Liga Super Indonesia 2009/2010, PSM Makassar mengaku bakal mengoptimalkan pemain lokal, yang sebagian besar pemain muda. “Sekitar 70% tim kami adalah pemain muda. Hanya ada dua pemain senior yakni Syamsul Haeruddin dan Samsidar,” kata Manajer merangkap Pelatih PSM Makassar, Hanafing.

“Target kami hanya pembinaan dengan memaksimalkan pemain muda agar memiliki pengalaman bertanding. Jika mereka terus dibina dari sekarang, tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahu mendatang mereka bisa menjadi pemain yang berkualitas,” ujar Hanafing.

PSM makassar yang juga sempat dilanda krisis keuangan, pada musim ISL 2009/2010 hanya mendapatkan bantuan dari Pemkot Makassar sebesar Rp500 juta.

Minimnya dana PSM itu juga menjadi salah satu faktor kesebelasan berjuluk `Juku Eja` itu tidak menargetkan juara pada ISL kali ini. “Kami tidak memiliki dana dan donatur seperti Persisam. Harga satu orang pemain Persisam saja sudah bisa membayar gaji 20 pemain PSM Makassar,” kata Hanafing.

Ia juga memuji kemegahan stadion Palaran Samarinda. “Jika kami memiliki stadion seperti ini, maka kami tidak saja menargetkan jadi juara ISL, tetapi harus juara Asia,” tuturnya.

Terkait kekalahan timnya dari Persisam Putra Samarinda, Hanafing mengungkapkan, anak asuhnya sudah berusaha menahan gempuran tim tuan rumah tersebut, namun upaya tersebut gagal. “Tim kami sudah berusaha maksimal melayani permainan cepat tuan rumah, namun gol itu tidak kami duga. Itu merupakan `lucky goal` (gol keberuntungan),” kata Hanafing.

Hasil pertandingan melawan Persisam tersebut akan menjadi evaluasi dalam menghadapi Bontang FC pada laga tandang di Kaliimantan Timur.”Hasil ini akan kami evaluasi untuk membenahi tim saat menghadapi Bontang FC,” kata Hanafing

[antara]

Categories: The Macz Man Tag:

PSM Kerja Sama Dengan Produsen Lampu, Visicom

psm-makassarSupporter – PSM dan Visicom menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MoU di sebuah kafe di Makassar, Kamis, (26/11)

Penandatanganan yang dilakukan oleh Manajer sekaligus pelatih PSM Hanafing bersama Marketing Visicom Shelly ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

“Kita tentu sangat senang dengan niat baik Visicom yang akhirnya memutuskan untuk menjalin kerja sama, apalagi saat ini PSM sedang mengalami sedikit masalah keuangan, saya yakin bahwa kerja sama yang terjadi bisa membantu meringankan sedikit beban PSM,” kata Asisten Bidang Komersil dan Sponsorship PSM Mario David.

Mengenai mekanisme kerja sama sendiri, Sherly mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan keuntungan sebesar Rp 20 ribu kepada PSM, dalam setiap pembelian lampu Visicom yang telah dikemas khusus bersama sebuah bola yang telah ditandatangani para pemain PSM seperti Samsidar dan Aditya P Dewa.

Untuk saat ini, pihak Visicom telah menyiapkan sekitar 10 ribu bingkisan untuk dipasarkan kepada seluruh suporter dan masyarakat Sulsel, umumnya yang memang merupakan penggemar berat tim Juku Eja, jumlah ini sendiri masih akan ditambah jika pada penjualan nanti ternyata berjalan sukses.

“Untuk target sendiri, kami memperkirakan bisa terjual hingga 5 ribu buah selama satu musim, mudah-mudahan hal itu terwujud sehingga dana yang masuk ke PSM akan lebih banyak lagi,”kata Sherly seraya menjelaskan bahwa pihaknya membagi dua pilihan harga yakni 125 ribu untuk lampu 25 watt dan 150 ribu untuk 36 watt.

Sementara untuk masalah distribusi penjualan, pihak PSM akan memasarkan di beberapa tempat yang dianggap strategis, termasuk ketika PSM bermain kandang di Stadion Andi Mattalatta.

“Selain akan dipasarkan di sejumlah titik, kita juga akan menyiapkan tempat khusus di VIP Utama sebagai tempat penjualan, para penjual juga akan menerima keuntungan sebesar lima ribu dalam setiap pembelian,”kata Mario.

[antara]

Categories: The Macz Man Tag:

Kemenangan Tanpa Baroni-Daryoush

pemain psmSupporter – PSM Makassar sukses mendulang poin penuh saat menjamu tim elite Persija Jakarta di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Rabu (25/11) sore. Kemenangan 2-1 atas tim Macan Kemayoran ini pun disambut suka cita oleh sang arsitek, Hanafing, dan ofisial tim lainnya.
Pasalnya, PSM bertanding tanpa dukungan suporter fanatik, tanpa didampingi manajer, dan tanpa dua pemain asing, Daniel Baroni dan Daryoush Ayyoubi.
Komdis PSSI menghukum PSM tidak boleh ditonton suporter saat melawan Persija sebagai hukuman, karena oknum suporter melempari bench pemain PSPS dan PSM saat bertanding di Stadion Mattoanging 3 November lalu.
Tanpa manajer, karena Kadir Halid yang sejak bulan Juli lalu dipercaya memegang jabatan ini, mengundurkan diri dua hari menjelang pertandingan. Pengganti Kadir, Hendra   Sirajuddin, juga belum hadir karena sedang menunaikan ibadah haji.
Sedangkan Baroni dan Daryoush tidak dimainkan dalam  laga ini, karena menurut pelatih, kedua pemain asing ini belum dapat beradaptasi dengan tim.
Keputusan Hanafing tidak memainkan Baroni dan Daryoush yang dikontrak masing-masing Rp 800 juta semusim, karena menilai kehadiran kedua pemain itu malah merusak permainan tim dan menghilangkan karakter tim.
Pertimbangan Hanafing terbukti ampuh, karena PSM tanpa pemain asal Iran dan Brasil itu mampu menang. Padahal, Persija tampil dengan skuad terbaiknya, kecuali Abanda-Abanda Herman yang akumulasi kartu kuning.
Dalam jumpa pers seusai pertandingan, Hanafing mengatakan, PSM menang karena tampil dengan ciri khasnya: fighting spirit!
“Inilah karakter PSM yang sesungguhnya,” katanya.
Sejak resmi memperkuat PSM di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini, keduanya  tidak mampu mempersembahkan kemenangan. Masing-masing menang melawan Persipura di Stadion Mattoanging (1-1), melawan Persiwa  di Wamena (0-3), dan menjamu PSPS Pekanbaru di Mattoanging (1-2).
PSM yang hanya tampil dengan dua pemain asing, Hendry Nyobi Koti dan Christian Carrasco, tampil apik dan menekan.

[Tribun Timur]

Categories: news, The Macz Man Tag:

Supporter PSM Beri dukungan dari atas Pohon

Supporter – SUASANA Stadion Mattonging A Mattalatta ketika PSM menjamu Persija, Rabu (25/11) sore, tidak seramai biasanya.Stadion hanya diisi panitia pertandingan, perangkat pertandingan, petugas keamanan, dan wartawan. Pasalnya, laga ini tanpa penonton, sesuai hukuman Komdis PSSI.
Tapi, ada-ada saja cara suporter untuk memberi dukungan moril kepada Syamsul Haeruddin dkk, tanpa perlu hadir di stadion.
Beberapa suporter berbekal mikrofon mendukung PSM dari atas pohon yang letaknya jauh di luar area stadion.
Meski hanya mendukung dari jauh, mereka tetap bersemangat. Lagu-lagu khas The Maczman terdengar dari mikrofon yang mereka bawa.
Mereka dipimpin oleh Coklat, dirigen kelompok suporter kreatif Makassar, The Maczman. Mereka tidak peduli risiko jatuh.
“Ini bentuk loyalitas dan kecintaan kami kepada PSM. Di manapun mereka bertanding dan  bagaimanpun keadaan mereka, kami selalu memberikan dukungan,” ujarnya.

Categories: The Macz Man Tag:

PSM berharap hukuman bisa di tunda saat Vs Persija

bentrok_penontonSupporter Akibat terjadinya tindak kerusuhan saat menjamu PSPS Pekanbaru, Selasa 3 November 2009 lalu, PSM Makassar mendapatkan hukuman menggelar laga kandang tanpa penonton saat melawan Persija Jakarta pada Rabu 25 November 2009 mendatang.

PSM akan menerima hukuman itu. Tapi, Juku Eje meminta hukuman itu tidak dilaksanakan saat menghadapi Persija Jakarta.

“Kami menerima hukuman dari Komisi Disiplin (komdis) PSSI, mau gimana lagi karena kami memang salah. Tapi kami ingin penundaan hukuman, jangan dilaksanakan pada 25 November,” kata Manajer PSM, Kadir Halid.

Kadir menambahkan, pihaknya memang tidak mungkin melakukan banding karena keputusan Komisi Disiplin PSSI tidak mengakomodasi adanya banding lewat jalur Komisi Banding (Komding). Namun, untuk pengajuan penundaan hukuman masih dimungkinkan.

Oleh karena itu, pihaknya sebisa mungkin akan mengajukan penundaan hukuman. Karena saat itu, PSM akan bersua lawan berat. Untuk itu, ia berharap pendukung PSM tetap bisa hadir di stadion saat menjamu Persija.

“Melawan tim sekelas Persija, kami membutuhkan dukungan penuh dari suporter. Jadi kami berharap Komisi Disiplin menerima penundaan hukuman yang kami ajukan,” lanjut Kadir.

Selain mendapat hukuman larangan bermain, panitia pelaksana pertandingan PSM juga dikenai denda sebesar Rp 20 juta. Hukuman larangan menggelar laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 20 juta ini dijatuhkan karena panitia pelaksana pertandingan PSM dinilai tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Akibatnya, dalam pertandingan yang dimenangkan PSPS 2-1 itu, terjadi aksi pelemparan yang dilakukan para penonton ke dalam stadion.

PSM baru berhasil memetik satu kali kemenangan dalam Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Hasil itu menempatkan PSM di urutan 10 klasemen sementara. Untuk mendongkrak peringkat, Juku Eja menargetkan kemenangan saat melawan Persija.

“Kami membutuhkan kemenangan saat melawan Persija. Ini penting untuk menjaga moral pemain sekaligus menaikkan peringkat di klasemen,” tutup Kadir.

[Go Spot] Foto[antara]

Categories: news, The Macz Man Tag:,

Sanksi pun di jatuhkan karena ulah Supporter

pentunganSupporter – Palu Komdis akhirnya diketok untuk kedua kali selama kompetisi Liga Super 2009/2010, Selasa (10/11). Dua klub, PSM Makassar dan Bontang FC,harus menjalani sanksi berupa skorsing dan denda.

PSM harus menerima skorsing satu laga tanpa penonton dan denda Rp20 juta. Ini adalah dampak dari anarkistis suporter ketika Juku Eja––julukan PSM––kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (3/11). Komdis menyatakan, larangan tanpa penonton berlaku ketika PSM menjamu Persija Jakarta,Rabu (25/11).

’’PSM harus menjalani pertandingan tanpa penonton dan denda uang. Mereka gagal menciptakan kenyamanan dan keamanan pertandingan. Kami berharap mereka tidak mengulangi sikap seperti itu,” ungkap Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan kemarin. Bentrok tersebut harus terhenti sebanyak dua kali,yaitu pada menit ke-69 dan ke-79.

Wasit menghentikan pertandingan sementara waktu lantaran penonton melakukan pelemparan botol minuman dan batu,juga munculnya nyala api dalam stadion. Laga tersebut terhenti sedikitnya 10 menit. Keputusan komdis menjadi ujian bagi Juku Eja lantaran mereka butuh dukungan suporter.

Status PSM rentan di urutan 10 klasemen dengan nilai lima dari lima laga. Syamsul Chaeruddin dkk terancam gusur Persipura Jayapura, Persija Jakarta,dan Persik Kediri. Bukan hanya PSM, Bontang juga harus menerima getah dari ulah pemainnya. Satria Ferry diskorsing satu pertandingan dan denda Rp10 juta.

Satria dinyatakan bersalah lantaran memegang kepala wasit Sulistyoko ketika Bontang dijamu Persebaya Surabaya, Selasa (14/10). Bentrok tersebut akhirnya berkesudahan 2-2.’’Ferry harus dihukum karena terbukti bersalah. Sikap seperti itu tidak bagus. Semuanya hanya untuk pembelajaran,”ucapnya.

Musim ini baru tiga kasus dari 30 pertandingan yang sampai ke meja komdis. Jumlah lebih kecil dibandingkan musim lalu yang mencapai 17 kasus. Nilai komdis yang saat itu terkumpul mencapai Rp1 miliar lebih. Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy menyatakan,sanksi komdis seperti perkiraan awal.

’’Pelanggaran suporter PSM sangat berat, meski akhirnya klub yang menanggung. Kejadian seperti ini juga sering terjadi di Makassar dan tampaknya itu yang memberatkan,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum Bontang FC Andi Sofyan Hasdam berniat mengajukan banding atas keputusan skorsing Ferry.

Namun, sebelum mengajukan banding mereka akan berkonsultasi secara internal. ”Kami memang belum menerima pemberitahuan secara resmi dari komdis.Namun, tanpa Ferry akan memengaruhi permainan dan itu kehilangan besar.Kami berencana banding. Berharap skorsing itu dicabut. Kalau denda tidak masalah,”tandasnya. (wahyu argia)

Categories: The Macz Man Tag:,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.