Arsip

Archive for the ‘NJ Mania’ Category

Masih ada Supporter anarkis di ISL putaran 2

Supporter – Laga Persitara versus Persik Kediri yang digelar di Stadion Gelanggang Soemantri Brodjonegoro Ahad (31/1/10) lalu berakhir 1-0 dengan kemenangan Persitara. Namun, gaung laga yang sejatinya tidak berpengaruh pada posisi klasemen di Indonesia Super League (ISL) putaran pertama, ternyata memberikan kenyataan lain: aksi supporter yang anarkis. Berikut ini adalah serangkaian foto yang direkam kamera reporter eramuslim.com di Jalan Rasuna Said sekitar pukul 15.00 WIB menjelang laga Persitara vs Persik yang menambah sejarah buruk supporter sepakbola Indonesia.

Terlihat para supporter Persitara Jakarta Utara alias Si Pitung ini sedang melempari para pejalan kaki yang mengejek mereka. Dari penyisiran polisi, ternyata di dalam tas dan bus yang mereka tumpangi terdapat batu-batu yang sudah mereka siapkan.

Para supporter Persitara makin beringas, tidak hanya sisi kanan jalan yang diterjang, tapi pejalan kaki yang berada di sebelah kiri jalan pun mereka sambangi. Dua orang pingsan dalam kejadian ini.

Ratusan massa supporter Persitara Jakarta Utara diangkut oleh belasan bus. Mereka tak hanya menyesaki seisi bus, tapi juga berdiri di atap bus sambil menyanyikan yel-yel dengan kata-kata kasar. Sungguh miris.

Meski dikawal oleh mobil polisi (di depan dan belakang konvoi bus), para supporter ini tetap berulah. Lihat saja, para pengendara pun tak berani lewat mendahului mereka sehingga jalanan terlihat ‘dikuasai’ supporter.

Sesungguhnya, para supporter yang sebagian besar terdiri dari remaja tersebut adalah bagian dari kehidupan kita. Sama posisinya seperti anak kita, kakak, adik, saudara, teman kita yang patut diberi peringatan jika ia melakukan tindakan anarkis atau menyakiti orang lain dan diri sendiri. Sampai kapan mereka akan bersikap seperti itu? Harus ada tindakan tegas dari asosiasi sepakbola Indonesia dan juga aparat keamanan serta masyarakat yang peduli akan masa depan mereka. (ind)

*Text     >Eramuslim.com

*Image  >Eramuslim.com

*Berita di atas tidak bertujuan untuk menyudutkan kelompok supporter NJ-Mania, dan tidak untuk di tiru, karena memang inilah potret buram Liga Indonesia, tidak ada yang perlu di tutup-tutupi,jadikanlah berita di atas sebagai pelajaran, Salam Damai Supporter Indonesia.

*Apa yang bisa di banggakan jika terus seperti itu, pantaskah Indonesia menjadi tuan rumah PD 2022?

Categories: NJ Mania Tag:,

Persitara Fokus ke Pertahanan

Supporter – Dua pekan ke depan, Persitara Jakarta Utara akan menghadapi dua laga penting, menjamu Pelita Jaya, 16 Januari 2010, dan Persija Jakarta, empat hari kemudian. Jelang laga ini, Persitara fokus benahi lini pertahanan.

Laga melawan Pelita akan digelar di Stadion Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta Selatan. Laskar Si Pitung akan menjamu saudara tuanya Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Sesuai analisis pelatih dalam 12 pertandingan, sektor pertahanan Persitara paling buruk. Padahal, delapan pemain bertahan: Vali Kharsandipish, Tugihadi, Assa Nurcahya, Ladislas Bushiri, Washiatul Akmal, Firdaus Ramadhan, Erean Camelio dan Ledi Utomo secara kuantitas maupun kualitas disebut cukup oleh Asisten Pelatih Dody Sahetapy.

Persoalannya ada pada pemain ketika sedang bertanding. Kata Dody, sering tidak fokus mengikuti pertandingan. Emosi pemain juga sering tidak terjaga sehingga bola yang seharusnya tidak gol malah menjadi gol.

“Sejak kembali latihan pada 28 Desember, fokus pelatih adalah membenahi sektor pertahanan. Meski persiapan kami sangat singkat, tetapi kualitas pemain yang kami dapatkan tidaklah buruk,” kata Dody.

Dody juga menyoroti performa kiper Wawan Dermawan yang terlalu mudah kemasukan. Padahal, Wawan merupakan pemain lokal termahal. Dengan penampilan buruk tersebut, Wawan mendapat ancaman akan adanya pemotongan gaji.

“Banyak kejadian yang menurut saya menggelikan saat terjadinya gol di gawang Wawan. Saya suka geregetan, karena terkadang golnya terlalu mudah dan acap kali terjadi di awal pertandingan,” lanjut Dody.

Perbaiki Komunikasi

Dengan adanya latihan khusus selama tiga pekan, kecerobohan di sektor pertahanan diharapkan tak terulang lagi pada dua laga kandang. Di samping membenahi sektor pertahanan, Dody juga memperbaiki koordinasi antar lini, khususnya antara lini belakang dengan tengah.

Buruknya komunikasi antar lini menjadi salah satu titik lemah Persitara dalam 12 pertandingan sebelumnya. Namun, kata Dody, belakangan itu sudah mulai membaik.

Posisi Amarzukih dan kawan-kawan yang terdampar di zona degradasi memaksa manajemen serta tim teknis Persitara untuk bekerja ekstra keras agar bisa tetap bertahan di Liga Super pada musim mendatang.

Hingga saat ini, Lasakar Si Pitung berada di urutan ke-17 atau posisi kedua dari bawah. Persitara dalam 12 laga baru menang dua kali, seri dua kali, serta delapan kali menderita kekalahan dengan torehan poin 8.

[Vivanews]

Categories: NJ Mania Tag:

Apakah Jakarta hanya milik Jakmania?

Supporter – Bisa di lihat dan tak usahlah saya berkata banyak tentang laga derbi, tidak hanya di indonesia, di luar negeri/di inggris yang sejarah sepak bolanya sudah ratusan tahun masih saja laga derbi menimbulkan polemik panas, mulai dari pemain hingga supporter, adu jotos bak petinju bukan pemandangan langka lagi, hebat dan luar biasa saya katakan, menurut kalian?…

Dan bagaimana keadaan derbi di Luar negeri?saya tidak akan bercerita hal tersebut,silahkan jalan-jalan di google terkait aroma derbi di luar negeri, saya hanya akan mengulas derbi Liga Indonesia meskipun”sedikit”, ISL dan nama-nama liga sebelumnya juga sering terjadi bentrok antar pemain, panasnya laga membuat GAP(Persaingan) antara pemain membuat mereka sudah tidak bisa menahan tangannya untuk tidak melakukan pemukulan kepada pemain team lawannya,bahkan seorang pemain yang berlabel TIMNAS pun bisa terpancing nafsunya untuk main tangan, siapa pemain tersebut?silahkan juga cari di google, klo saya ulas di sini bisa jadi saya kena UU IT.

Musim ISL kali ini ada 2 laga derbi, di Jakarta antara Persitara dan Persija, laga klasik dua team ibu kota yang tidak pernah akur antar Supporternya”NJ MANIA” dan “JAKMANIA” mereka selalu serang dan tak ada satupun yang berjiwa besar untuk mengalah, JAKMANIA sendiri mem-PLOT tidak ada team lain atau Supporter lain di Ibu Kota selain Persija dan Jakmania, sehingga keberadaan si Pitung dengan NJ Mania tidak pantas ada di Jakarta, hanya Orange sajalah yang pantas dan wajib di akui di Ibu Kota! kenapa Supporter Persija banyak pendukungnya selain Persitara?

Saya menilai faktor penyebabnya adalah masalah nama yang di gunakan, jika Persija adalah “PERSATUAN SEPAK BOLA JAKARTA” yang artinya adalah secara umum/global, sedangkan Persitara adalah “PERSATUAN SEPAK BOLA JAKARTA UTARA” itu tandanya Persitara hanya milik masyarakat Jakarta Utara, yang luas wilayahnya tentu saja tidak sebanding jika Jakarta secara keseluruhan begitu juga jumlah pendukungnya.

Keadaan seperti ini adalah sebuah ironi, hanya karena masalah sekecil itu konflik bisa terjadi, sama-sama betawi yang harusnya bisa saling menghormati, namun ingat saya tidak bermaksud menyinggung Suku. Jakarta adalah Ibu Kota negara Indonesia, tentu saja penduduknya tidak hanya dari Jakarta saja, semua warga negara berhak untuk tinggal di sana untuk mencari penghidupan yang lebih baik, tapi jangan ke Jakarta hanya untuk “GEMBEL” menjadi pengemis, perampok/ jadi Setan wujud manusia, dimana kedatangannya menimbulkan masalah bagi orang lain.

Kembali ke Topic, masalah rivalitas dan keinginan untuk memadukan Jakmania menjadi satu tanpa terpecah belah sebenarnya adalah tujuan baik, dengan harapan seluruh Jakarta menjadi Satu, seperti Kata2 yang sering di ucapkan oleh Jakmania”Satu Jakarta Satu”.

Tapi dimana letak HAM bagi supporter NJ MANIA? meskipun sedikit tetap hargailah mereka wahai saudaraku Jakmania, mereka berhak menjadi bagian Jakarta, pakailah Orange kalian dan hormatilah Biru nya NJ MANia, jika Jakmania dan NJ Mania bertemu seluruhnya, saya yakin kok kalo berantem tanpa ada yang memisah warna biru tidak akan kelihatan”"maaf”bukan bermaksud memojokkan NJ MANia dan tak ada keinginan dari saya agar kalian saling berantem.

Ke depan, temen-temen Jakmania dan NJ Mania dapat kokoh menjadi satu bagian Supporter Jakarta yang bisa membawa nama baik Jakarta dan Supporter ibu Kota pada Umumnya, tidak lucu kan satu saudara, yang jika terjadi hujan sama-sama kebanjiran tapi di saat mencari hiburan berupa sepak bola kalian malah saling memurkai,harap di pikirkan.Hargailah yang lain jika kalian ingin di Hargai, semua yang di tanam akan kembali ke diri kalian masing-masing. Salam Satu Jiwa.

Hendy prima/Aremania

Sutikno di Skorsing 3 Pertandingan

11/28/2009 Komentar dimatikan

sutikno_persitaraSupporter – Bek sayap Persitara Sutikno harus membayar mahal tindakannya saat mencederai pemain Persebaya Anang Ma’ruf beberapa waktu lalu. Pelanggaran keras yang membuat tangan kiri Anang Ma’ruf patah itu, dinilai Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebagai tindakan yang sangat brutal sehingga pantas mendapat hukuman berat.

“Sutikno dikenai sanksi oleh Komdis berupa tidak boleh memperkuat Persitara di pertandingan berikutnya sebanyak tiga pertandingan, saat Persitara melawan Persiba Balikpapan, PSM Makassar dan Bontang FC,” ujar Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan usai sidang di Sekretariat PSSI, Kamis (26/11).

Selain skorsing tiga pertandingan, lanjut Hinca, Sutikno juga didenda sebesar Rp25 juta. Tetapi denda itu tidak diberikan kepada PSSI tetapi harus diberikan kepada Anang Maruf.

“Denda itu harus diberikan kepada Anang Maruf sebagai ganti uang pengobatan. Ini pelajaran bagi pemain lain agar bermain lebih sportif dan fair,” kata Hinca.

Selain itu, Komdis juga mengancam panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSM Makassar, setelah menerima laporan adanya pemukulan terhadap wasit Djadjat Sudrajat usai memimpin pertandingan PSM melawan Persija Jakarta di Stadion Andi Matalatta Makassar, Rabu (25/11). Menurut Hinca Pandjaitan, pihaknya akan memanggil Panpel PSM, Jumat pekan depan.

Menurutnya, panpel PSM seharusnya melindungi perangkat pertandingan, dari sejak datang hingga meninggalkan kota Makassar. Selain itu, panpel PSM sedang menjalani sanksi dari Komdis, yakni berupa pertandingan tanpa penonton saat menjamu Persija.

Karena itulah, Hinca mengatakan pihaknya akan mengenakan pasal berlapis kepada panpel PSM. Masalahnya, panpel PSM itu sedang menjalani sanksi dari Komdis yakni pertandingan tanpa penonton saat menjamu Persija, tetapi saat menjalani sanksi Komdis, panpel PSM malah memukuli wasit Djadjat di kamar ganti.

“Kami melihat, panpel PSM sepertinya menganggap remeh sanksi tanpa penonton itu. Dengan adanya pemukulan, jelas kami akan memberikan sanksi berat, minimal partai usiran dan oknum panpel tersebut tidak boleh lagi bertugas di panpel PSM,” paparnya.

[Ligina]

Categories: news, NJ Mania Tag:

Suktino Hanya Korban Salah Asuhan

islSupporter – Gelandang Persitara Jakarta Utara, Sutikno, kini menjadi pesakitan setelah menekel secara brutal bek sayap Persebaya Surabaya, Anang Maruf, hingga cedera dislokasi siku tangan.

Tak pelak semua pihak meminta Sutikno dihukum sangat berat. Bahkan Komisi Medis PSSI pun ingin pemain berusia 24 tahun itu diganjar hukuman seumur hidup akibat perbuatannya.

Apa yang dilakukan Sutikno pekan lalu memang tak bisa dibenarkan dalam panggung sportifitas olahraga. Kadarnya hanya berbeda tipis dengan tindakan pemain Persela Lamongan Denny Tarkas yang melabrak gelandang Bontang FC Jumadi Abdi hingga menimbulkan kematian tahun lalu.

Tapi tindakan Suktikno dan Tarkas juga dilakukan oleh mayoritas pemain di Liga Super Indonesia atau divisi-divisi bawahnya. Di Indonesia tak ada istilah permainan keras. Yang biasa terjadi pada prakteknya adalah permainan kasar.

Tim nasional Thailand bahkan pernah menyebut pemain Indonesia bukan bermain sepakbola, tetapi olahraga rugby yang mana menabrakkan diri sekerasnya ke tubuh lawan dihalalkan. Contoh terbaru pun memperlihatkan bagaimana tim U-23 Indonesia, yang sedang dipersiapkan tampil di SEA Games Laos 2009, juga bermain kasar saat sedang berujicoba dengan tim Malaysia di Palembang tengah pekan lalu.

Ada kesan para pemain Indonesia belum mengerti batasan keras dan kasar. Eks pelatih timnas Peter Withe pernah mengeluhkan bagaimana mudahnya pemain Indonesia menerima kartu kuning di laga internasional. Pemain Indonesia terbiasa mengawal lawan dan mengambil bola dengan tindakan berlebihan, misalnya menabrakkan tubuhnya, tanpa memikirkan kemungkinan apakah bola bisa dikuasai atau tidak.

Itu semua karena kebiasaan bermain. Sebuah perilaku yang sayangnya tidak baik dan tidak juga benar. Pemain tak bisa disalahkan sepenuhnya. Mereka punya pelatih dan juga ada wasit di lapangan yang (seharusnya) berhak melakukan pembinaan.

Wasit di kompetisi Indonesia tak pernah melakukan tindakan persuasif seperti yang biasa dilakukan wasit di Liga Premier. Wasit jarang kelihatan memberi petunjuk atau nasehat kepada pemain yang melakukan pelanggaran, termasuk pelanggaran yang tak terlalu keras sekalipun. Belum pernah terlihat pula wasit Indonesia menerapkan kebijakan 10-20 menit yang sering diagung-agungkan FIFA. Apa itu kebijakan 10-20 menit?

Ini adalah kebijakan dalam menerapkan keputusan keras (strict). Wasit akan langsung memberi kartu kuning ketika ada pelanggaran keras di 10 menit pertama. Ini adalah tindakan shock therapy sehingga pemain lain tak akan melakukan hal serupa. Berikutnya wasit akan menurunkan tensi policy-nya selama 20 menit. Tetapi bila setelah itu ada permainan keras lagi maka kebijakan keras selama 10 menit kembali berlaku. Begitu seterusnya.

Seperti juga halnya skill, maka mental bermain kasar adalah tugas pelatih untuk membenahi dan membinanya. Pelatih Inggris Fabio Capello pernah mengatakan bahwa seorang pelatih juga harus bertindak sebagai psikolog bagi para pemainnya. Di Indonesia, kredit besar patut dialamatkan pada pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad, yang melarang pemainnya melakukan permainan kasar. Dia juga mengajari bagaimana cara bermain keras, bukan kasar. Ironisnya, dia orang Singapura. Kemana pelatih Indonesia?

Apa yang dilakukan Sutikno dan Tarkas seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak; pemain, pelatih, wasit, pembina klub dan sepakbola Indonesia. Semua saling terkait. Menghukum Sutikno seumur hidup juga tidak beralasan. Belum pernah ada pemain dihukum selama itu, di manapun, kecuali dia terlibat narkoba atau doping seperti halnya Adrian Mutu saat memperkuat Chelsea.

Bek Birmingham City Martin Taylor pun akhirnya hanya dihukum sebulan oleh FA seusai mematahkan kaki dan engkel striker Arsenal Eduardo da Silva pada tahun 2008. FA menolak usulan FIFA agar Taylor dilarang main seumur hidup.

Dalam kasus Sutikno, hukuman yang paling adil mungkin adalah selama Anang tak bisa bermain. Mungkin dua-tiga bulan sudah cukup. Yang diperlukan adalah efek jera, bukan masalah durasi. Bukan hanya bagi Sutikno pribadi, tapi juga pemain lain. Lagi pula, sekarang Sutikno pasti mengalami depresi seperti halnya Taylor dulu. Dan yang paling penting, hukuman yang sudah dikeluarkan jangan lagi dianulir — meski dengan embel-embel hak prerogatif Ketua Umum PSSI.

[Hedi Novianto]

Categories: NJ Mania Tag:

Beban Mental Persitara Janji Kemenangan Persebaya

Supporter – Tiga kali mengalami kekalahan beruntun menjadikan skuad Persitara benar-benar butuh kemenangan untuk menyelamatkan kelangsungan hidup mereka di kancah Liga Super. Manajer Persitara, Hary “Gendhar” Ruswanto mengatakan saat ini timnya juga sudah melupakan kekalahan sebelumnya saat diterkam Persema.”Mudah-mudahan saat melawan Persebaya mereka sudah bangkit dan meraih angka penuh,” ujarnya.

Bahkan “Gendhar” begitu disapa menjanjikan akan memberikan bonus yang cukup besar bila Persitara mampu meraih angka penuh. “Apa-apa yang mereka minta sudah kita berikan, kami hanya meminta agar mereka main serius dan memberikan kemenangan. Itu saja,” sebutnya.

Persitara saat ini masih berkubang di dasar klasemen sementara dengan nilai kosong, hasil tiga kali mengalami kekalahan. Fakta ini cukup mengkhawatirkan, apalagi secara materi, kualitas individu pemain Persitara tergolong biasa-biasa saja. Bila dalam laga keempat ini, Persitara kembali kalah, dipastikan perjalanan Prince Kabir Bello dkk mengarungi ketatnya kompetisi Djarum ISL 2009/2010 bakal tersendat-sendat.

“Makanya kami ingin segera meraih nilai penuh di kandang. Ini akan menjadi modal berharga kami dalam mengarungi laga-laga selanjutnya, yang pasti akan lebih ketat lagi,” tandas Gendhar.

Sementara untuk kubu Persebaya :

Kekalahan 4-1 atas PSPS Pekanbaru ternyata sudah dilupakan Persebaya Surabaya. Kali ini tim berjuluk “Bajul Ijo” kini fokus menjelang melakoni pertandingan lanjutan Djarum ISL 2009/2010 melawan tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu (11/11).

Kekalahan 4-1 lawan PSPS memang menjadi pukulan berat bagi Persebaya. Apalagi “Bajul Ijo” datang ke Pekanbaru dengan modal kemenangan kandang lawan Persisam Samarinda. Tapi keadaan justru berbalik, kepercayaan diri mereka runtuh di tangan tim “Askar Bertuah”. Meski baru saja mengalami kekalahan menyakitkan, Pelatih Persebaya Danurwindo meyakinkan bahwa timnya sudah melupakan kekalahan lawan PSPS. Danur mengatakan, dirinya bersama tim pelatih sudah memberikan masukan agar mental pemain tidak drop. “Secara psikologis kita cukup bagus, pemain nampaknya sudah bisa melupakan kekalahan lawan PSPS,” kata Danur kemarin.

Danur menambahkan, pihaknya sudah melakukan evaluasi kekalahan kemarin. “Kita sudah tahu apa penyebab utama kekalahan kita. Kita juga sudah menemukan solusi untuk bangkit lawan Persitara,” lanjut mantan Pelatih Persija Jakarta itu.

Pada pertandingan lawan PSPS, Persebaya mengunakan formasi 3-5-2. Tak tanggung-tanggung, tiga pemain anyarnya, Ngon A Djam, John Tarkpor dan Takatoshi Uchida diturunkan sekaligus. Tapi hasilnya sungguh memalukan, dari tiga pemain itu, hanya Ngon yang bermain cukup baik.

Melihat hal itu, Danur masih belum tahu apakah akan melakukan perubahan strategi saat lawan “Laskar Si Pitung”. “Untuk mengubah strategi, harus kita praktekkan dulu di lapangan. Tapi kita lihat saja nanti lah,” pungkas Danur

Kirimkan berita anda ke [supporter@asia.com]

Bonek Sambangi Jakarta

Ilustrasi : Viva

Ilustrasi : Viva

Supporter – Warga Jakarta harus bersiap menyambut kedatangan Bondo Nekat (Bonek), Rabu 11 November esok. Pendukung Persebaya itu akan bertandang ke Jakarta untuk melihat pertandingan timnya melawan Persitara di Stadion Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu, 11 November 2009.

“Kami akan melakukan penambahan personel dan truk-truk untuk mengantar Bonek ke jalur pulang. Seperti stasiun atau pun terminal,” kata Fahri, seorang panitia pertandingan Fahri pada jumpa pers di Sumantri Brodjonegeoro, Selasa 10 November 2009.

Panitia juga membantah kabar yang menyebut kalau mereka melarang Bonek datang. Hanya saja jumlahnya dibatasi hanya lima persen dari kapasitas stadion.

“Atas perhitungan itu, kami hanya menjatahkan 350 tiket untuk Bonek,” tambah Fahri.

Meski demikian, panitia tidak bisa memprediksi berapa banyaknya Bonek yang akan datang. Namun ditegaskan kalau jumlah kuota tidak akan ditambah. Sisa Bonek yang tak mendapat tiket harus sabar menunggu di luar stadion.

Persebaya sendiri sebagai tim yang didukung mengaku sebenarnya secara resmi tidak membawa Bonek. Namun mereka sangat menghargai upaya panpel memberi kuota pada pendukungnya.

Bagi Anda yang berada di sekitar Kuningan, Jakarta, harus bersiap menghadapi kemungkinan macet yang lebih parah dari biasanya  sebelum dan sesudah pertandingan. Partai Persitara kontra Persebaya itu akan berlangsung sore pukul 15.30 Wib.

Kirimkan berita anda ke [supporter@asia.com]

Jangan gunakan atribut jika bertandang ke Persitara

Supporter - Rencana Persitara Utara Jakarta untuk melarang kehadiran suporter tamu dalam laga kandang Laskar Si Pitung di Stadion Soemantri Brodjonegoro ditanggapi PT Liga Indonesia. Menurut Direktur Eksekutif PT Liga, Joko Driyono, rencana itu melanggar prinsip dasar olahraga. Oleh karena itu, PT Liga tidak akan memperbolehkan Persitara melarang kehadiran suporter tamu di Stadion Soemantri Brodjonegoro.

“Memang semua pihak harus memperhatikan aspek keamanan pada pertandingan di Stadion Soemantri Brodjonegoro, tetapi kalau sampai melarang kehadiran suporter tamu, kami tidak akan memperbolehkan. Itu melanggar prinsip olahraga dan hak suporter untuk menyaksikan pertandingan tim yang mereka dukung,” kata Joko kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/11).

Sebelumnya ketua panitia pelaksana pertandingan Persitara, Fachry Sinaga, menyatakan akan melarang kehadiran suporter tamu Persitara di Stadion Soemantri Brodjonegoro. Namun Fachry juga menyatakan tidak akan melarang jika pendukung tim tamu hanya hadir sebagai penonton biasa. “Kami akan larang kehadiran suporter tamu di sini. Tetapi kalau mereka datang sebagai penonton biasa dan tidak memakai atribut tim tamu, kami akan memperbolehkan,” katanya.

PT Liga menyarankan hal yang harus dilakukan panitia pelaksana pertandingan Persitara adalah membatasi jumlah suporter tamu yang datang, bukan melarang kehadiran mereka. Ini karena kapasitas Stadion Soemantri Brodjonegoro memang sangat terbatas, yaitu sekitar 5.000 tempat penonton. Joko menyarankan agar Persitara membatasi jumlah suporter tamu yang datang antara 50 sampai 200 suporter. “Angka ideal suporter tamu di stadion itu sekitar 50 sampai 200 suporter tamu,”ujar Joko.

Namun Joko juga mengingatkan agar supporter tamu juga mempunyai komitmen untuk membatasi jumlah pendukungnya. Seandainya Persitara menetapkan jumlah maksimal supporter tamu adalah 200 orang, maka tim tamu harus mematuhinya. “Jika tim tamu tidak mampu membatasi supporter yang datang, jika terjadi sesuatu, maka tim tamu bisa dikenai sangsi,” tambah Joko.

Persitara akan menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan Indonesia Super League, Rabu (11/11) besok. Pertandingan ini dipastikan akan menarik minat kedua suporter tim karena keduanya baru mendapat kekalahan di pertandingan sebelumnya. Persebaya kalah atas PSPS Pekanbaru 1-4 sementara Persitara kalah dari Persema Malang 1-2. Bagi pendukung Persitara, pertandingan ini akan dijadikan sebagai ajang untuk menyambut mantan bintang mereka di musim lalu yang sekarang membela Persebaya, John Takpor.

Kirimkan artikel anda ke : [supporter@asia.com]

Categories: NJ Mania Tag:, ,

Perlu adanya Pemain Senior [Persitara]

persitaraSupporter – Kekalahan memalukan 1-2 dari Persema Malang membuat skuad Persitara Jakarta Utara gusar. Laskar si Pitung pun mulai merasakan kebutuhan figur pemain senior jelang laga lawan Persebaya Surabaya di Stadion Sumantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).

Skuad Persitara musim ini memang didominasi muka baru. Saat menghadapi Persema, hanya ada dua pemain muka lama yang tampil sebagai starter, yakni kiper Wawan Darmawan dan striker Prince Kabir Bello. Sedangkan sisanya adalah pemain baru seperti Tantan, Sutikno, Anwar, maupun Erwan Camelio plus empat pemain asing.

“Kami memang butuh sosok pemain berpengalaman yang bisa membawa suasana tenang di dalam lapangan. Masalah utama kami adalah mental bertanding, karena Persitara sangat bagus saat latihan namun buruk saat pertandingan sesungguhnya,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto.

Persitara memiliki enam pemain senior yang bertahan sejak musim sebelumnya. Tiga pemain tidak tampil saat melawan Persema karena kondisinya belum fit, yakni Dedy Mulyadi, Amarzuki, dan Abdurrahman.

Adapun Hariman Siregar telah diangkat sebagai asisten pelatih yang khusus membenahi sektor tengah dan belakang. “Hariman didaftarkan sebagai asisten pelatih merangkap pemain. Jadi kalau memang dibutuhkan, dia bisa mainkan,” lanjut Gendhar.

(zwr)

Categories: NJ Mania Tag:,

Persitara semakin tenggelam

persitaraSupporter – Ambisi tinggi “Laskar Si Pitung” untuk mendapat mendulang kemenangan pertama gagal menjadi kenyataan. Bermain pada laga lanjutan Djarum ISL 2009/2010 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Minggu (8/11), Persitara dipermalukan Persema Malang 1-2.

Persema unggul 2-0 lebih dulu melalui gol Seme Patrick (8) dan Robby Gaspar (51), sedangkan gol Persitara dibuat Prince Kabir Bello (70). Dengan hasil ini Persema punya sembilan poin dari lima laga. Sedangkan Persitara tetap di dasar klasemen dengan nilai 0.

Sukses Persema itu tidak lepas dari permainan yang lebih terpola dibandingkan Persitara. Alhasil saat pertandingan memasuki menit kedelapan, Seme Pierre Patrick berhasil menjebol gawang Persitara yang dikawal Wawan Darmawan. Persitara yang dalam dua pertandingan pertama mereka selalu kalah mencoba untuk membalas. Peluang emas mereka dapatkan pada menit ke-26 ketika sundulan Prince Kabir Bello berhasil melewati hadangan kiper I Komang Putra. Beruntung bola liar itu berhasil dihalau Jainal Ikhwan. Hingga 45 menit pertama selesai, skor tetap 1-0 buat Persema.

Memasuki babak kedua tuan rumah bermain lebih agresif. Bahkan “Laskar Si Pitung” menurunkan Boy Jati untuk menambah daya dobrak. Tapi sayang masuknya Boy tidak mampu mengubah pola permainan Persitara. Bahkan gawang Persitara kembali jebol di menit 51 melalui tendangan jarak jauh Robby Gaspar.
Persitara akhirnya mendapatkan gol hiburan di menit 70. Akselerasi Prince Kabir Bello berhasil melewati Seme Pattrick dan kemudian mengecoh kiper Komang. Gol ini adalah gol pertama Persitara di kompetisi musim ini.

Persema sebenarnya punya peluang untuk memperbesar keunggulan andai saja M Kamri tidak terlalu arogan memainkan bola di mulut gawang lawan yang sudah kosong. Namun Kamri malah memilih untuk menahan bola sebelum menendang yang menyebabkan Wawan akhirnya bisa menghalaunya. Skor akhir 2-1.
Pelatih Persema Subangkit mengaku puas dengan hasil tersebut, meskipun sebetulnya Persema mampu mencetak gol lebih dari dua. “Bagi kami ini modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Pelita,” ujar Subangkit.

Mengenai kunci kemenangan timnya ia mengatakan bahwa kunci kemenangan timnya adalah kesabaran. Sebagai tim tamu sebut Subangkit timnya harus lebih sabar dalam mengatur permainan, terutama dalam menyerang maupun bertahan.

Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy kecewa dengan hasil tersebut. “Setelah ini kami akan melakukan evaluasi menyeluruh.Sepertinya komunikasi antara pemain asing dengan lokal masih belum menyatu. Beberapa kali terlihat mereka salah umpan dan salah pengertian dengan sesama temannya. Inilah yang akan kita perbaiki,” sebutnya.

Manajer Persitara, Harry “Gendhar” Ruswanto juga mengaku kecewa dengan penampilan timnya. Menurutnya, para pemainnya banyak menghilangkan kesempatan emas untuk meraih tiga angka di kandang. “Saya benar-benar kesal dengan pemain. Apa yang mereka minta sudah kita berikan. Tapi balasannya apa, di lapangan mereka justru main buruk. Menurut saya ini sudah membuat sponsor kecewa. Saya khawatir mereka akan lari. Mudah-mudahan sih tidak. Saya harap saat melawan Persebaya nanti mereka bisa meraih kemenangan,” harapnya.

Liga-Indonesia

Categories: news, NJ Mania Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.