Arsip

Archive for the ‘Ngalamania’ Category

Jelang Derbi Ngalam : Persema Vs Arema

Supporter – Dua Laga terakhir Laskar Ken Arok “Persema Malang” menghasilkan point sempurna, berhasil mengkandaskan Persebaya 3-1 dan terakhir saat melawan Persik dengan skor sama, 6 point di dapat pasukan Subangkit, kini posisi klasemen Persema nangkring di papan atas dengan raihan nilai 34 di bawah Persiba Balikpapan. Jelang laga melawan Singo Edan pemain di beri jatah libur 3 hari untuk refreshing.

Sementara itu, para pemain Arema Indonesia juga diberi jatah untuk “refreshing” selama empat hari yang dikemas dalam pemusatan latihan (TC) di kawasan Agro Kusuma Kota Batu.

Media Officer Arema Indonesia, Sudarmaji mengatakan, program TC yang dilakukan para pemain Singo Edan itu tidak hanya terfokus pada fisik, tetapi juga pemulihan kebugaran setelah menjalani pertandingan berat dengan jadwal cukup padat.

Menurut mantan wartawan harian terbitan Surabaya itu, program TC di Batu tersebut juga ada yang di luar lapangan, di mana pemain diberi kesempatan untuk rekreasi sendiri untuk lebih mempererat hubungan antarpemain, apalagi dalam putaran II ada dua pemain baru yakni Iswan Karim dan Esteban Guillen.

“Program TC ini nantinya ditutup dengan laga uji coba melawan Mojokerto Putra (MP) dan selanjutnya para pemain Arema Indonesia fokus latihan untuk meladeni Persema Malang,” katanya menambahkan.

Pelatih Persema Subangkit, Selasa, mengakui, untuk mengalahkan Arema Indonesia bukan hal yang mudah. “Memang tidak mudah untuk mengalahkan Arema, namun kami juga tidak ingin kehilangan angka di hadapan publik sendiri, apalagi Persema bertindak sebagai tuan rumah,” tegas Subangkit.

Ia mengemukakan, sebelum konsentrasi latihan untuk menghadapi Arema Indonesia, dirinya memberikan libur selama tiga hari pada pemainnya untuk “recovery”, sebab Persema baru menyelesaikan serangkaian pertandingan berat, baik di kandang (home) maupun luar kandang (away).

Menurut dia, Persema masih memiliki waktu cukup panjang sebelum laga “derby” Malang digelar, sehingga masih ada waktu untuk menyusun strategi dan taktik, meskipun anak asuhnya libur selama tiga hari.

Mantan pelatih Persekabpas Pasuruan itu menegaskan, walaupun tim yang bakal dihadapi itu sekarang bercokol di puncak klasemen, Persema tidak boleh gagal meraih poin absolut, apalagi pada putaran I Liga Super Indonesia (LSI) Persema harus mengakui keunggulan Arema 3-1.

Hanya saja, lanjut Subangkit, saat menjamu Arema Indonesia nanti Persema harus kehilangan pilar lini belakangnya yakni Park Chul Hyung akibat akumulasi kartu kuning.

Team Pelatih Persema siap berikan Sanksi

Supporter – Tim pelatih Persema siap memberikan sanksi tegas jika ada pemain absen tanpa keterangan dalam latihan perdana di Stadion Gajayana, hari Minggu (3/1) sore ini. Pelatih sudah mengimbau semua semua pemainnya hadir setelah libur tahun baru selama tiga hari.
‘’Pemain sudah tahu apa risiko yang harus ditanggung jika absen dalam latihan. Salah satunya sanksi adalah denda karena hal itu sudah diatur dalam klausul kontrak,’’  tegas pelatih Subangkit kepada wartawan, kemarin.
Mantan pemain Persebaya Surabaya ini menilai betapa pentingnya arti pertandingan derby menghadapi Arema di Stadion Kanjuruhan, 10 Januari nanti. Pertandingan tersebut adalah duel papan atas dalam kompetisi teratas sekaligus menunjukkan tim terbaik dari Malang.
Pemain tetap harus maksimal dalam pertandingan nanti sehingga bisa pulang dengan membawa poin. Untuk pertandingan maksimal itu, persiapan harus maksimal sehingga tidak boleh ada pemain yang absen. Jika ada pemain absen, terutama pemain yang dipersiapkan sebagai starter, persiapan bisa terganggu.
Hingga kemarin, kata dia, belum ada pemain yang meminta izin bakal absen dalam latihan perdana dalam tahun 2010, hari ini. Dengan begitu pelatih masih berpatokan bahwa semua pemain bisa hadir dalam latihan di Stadion Gajayana. ‘’Jika ada pemain yang tidak hadir dalam latihan, mereka biasanya sudah meminta izin sehari sebelumnya. Hingga saat ini, kami belum menerima permintaan izin dari pemain,’’ tegas mantan pelatih Persiku Kudus ini.
Dalam latihan perdana nanti, penyuka olah raga bulutangkis ini akan melihat kondisi fisik pemain terlebih dahulu. Bisa saja fisik pemain dalam kondisi menurun setelah libur tiga hari karena pemain yang kurang bisa  menjaganya.‘’Kali pertama tentu penyesuaian kondisi sekaligus melihat fisik pemain setelah libur. Baru dalam latihan-latihan berikutnya, mereka langsung digenjot strategi untuk persiapan pertandingan,’’ tambah suami Setyowati ini. (feb/nug) [MALANG-POST]

Categories: Ngalamania Tag:,

Main Cantik Supporter Datang

Supporter – Penampilan yang memikat,di imbangi dengan kemenangan merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan pendukung datang ke stadion, hal ini terjadi pada kesebelasan Laskar Ken Arok,Persema Malang. Selama ini Persema merupakan team kedua setelah Arema dari jumlah fanatisme penonton di Malang Raya, meskipun Persema adalah team yang di nobatkan sebagai team tertua di Malang tidak membuat pasukan Ken Arok diminati setiap kali bermain di Kandang sendiri, sebagai pecinta sepakbola saya melihat fenomena tersebut sebagai hal yang wajar, karena memang Persema sendiri selama ini bermain “pas-pasan” di bandingkan saudara mudanya Singo Edan.

Persema di nilai kurang memiliki greget tiap kali bermain di Kandang, namun hal tersebut perlahan namun pasti akan lenyap dari persepsi Masyarakat Kota Malang, dan saya melihat setelah Persema berhasil memasuki Kompetisi Liga Super Indonesia jumlah penonton yang datang ke Stadion gajayana mulai menampakkan keseriusannya dan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada team milik Pemerintah Kota Malang tersebut.

Pertandingan terakhir yang membuat atmosfir persema layaknya team Arema adalah saat menjamu Sriwijaya FC,Minggu,20 Desember 2009,meskipun tetap tidak semua tribun stadion di penuhi penonton, setidaknya di tribun Ekonomi sebelah timur mulai di sesaki oleh Ngalamania yang berwarna Merah, di VIP juga demikian, untuk tribun Utara dan Selatan nampaknya masih harus menunggu waktu agar dapat penuh terisi oleh Ngalamania,dengan catatan penampilan Persema terus konsisten setidaknya dalam putaran awal kompetisi ISL kedua ini.

Usai perjalanan dari Jakarta dengan naik kereta Matarmaja, saya bertemu dengan pendukung kecil Persema saat memasuki stasiun Blimbing kota Malang, dengan rombongan yang cukup banyak saya bertanya kepada salah satu pendukung kecil tersebut, lhoe kamu mau kemana?maklum saya bertanya demikian karena Arema Vs Persib kan sudah berlangsung pada Sabtu,19 Desember 2009, tanpa penonton pula, saya sendiri juga tidak mengetahui jika pada hari itu adalah pertandingan Persema Vs Sriwijaya, mereka menjawab, menyaksikan Persema Vs Sriwijaya”ujar mereka dengan semangat. Saya masih belum yakin lagi, lantas kembali bertanya, lhoe,,kan yang main Persema kok pakai Syal Aremania?..mereka menjawab lagi..meskipun Aremania saya juga Ngalamania mas,,dan meskipun saat ini pertandingan di siarkan televisi,tetap menyaksikan di stadion lebih puas dan terasa”ujar mereka lagi.

Dari jawaban mereka sedikit saya simpulkan bahwa Masyarakat Malang adalah masyarakat yang mencintai sepakbola, meskipun ada di antara mereka adalah Aremania itu tidak mempengaruhi minat mereka untuk menyaksikan Persema dan menjadi pendukung bernama Ngalamania, kedepan jika permainan cantik Persema terus berlanjut,tidak menutup kemungkinan setiap laga Persema di Gajayana layaknya pertandingan Arema di Kanjuruhan, dan saya tidak akan kawatir Arema kehabisan Supporter yang beralih ke Ngalamania, karena pada dasarnya Aremania dan Ngalamania adalah Masyarakat Malang, Arek Malang yang akan terus mencintai Sepak Bola.

[Hendy Prima/Redaksi]

Laga 1 Milyar pada Derbi Malang

Supporter – Klub Arema mencanangkan pertandingan akbar atau big match dengan label “Pertandingan Rp 1 miliar” di ajang Liga Super Indonesia 2009-2010.  Pertandingan perdana berlabel Rp 1 miliar dipastikan saat Arema melawan saudara tua Persema Malang pada 10 Januari 2010.

Gunadi Handoko, Direktur PT Arema Indonesia, mengatakan, proyek pertandingan Rp 1 miliar ditujukan untuk mendapatkan pemasukan sebesar Rp 1 miliar demi mengatasi krisis keuangan yang melanda Arema.

Saat ini Arema membutuhkan dana segar minimal Rp 2,5 miliar untuk membayar gaji pelatih dan pemain sebesar Rp 650 juta, serta menutup kebutuhan lain.

Namun, dana segar termin kedua dari PT Bentoel Prima selaku sponsor itu belum juga cair. Dana termin pertama yang diterima Arema juga Rp 2,5 miliar dari total dana sponsorship yang dijanjikan Bentoel Rp 7,5 miliar. Kekurangan Rp 5 miliar dibayarkan dalam dua termin masing-masing sebesar Rp 2,5 miliar.

“Label pertandingan Rp 1 miliar itu tidak untuk semua pertandingan. Di putaran pertama lawan Persema. Sedangkan lawan di putaran kedua belum dipastikan,” kata Gunadi seusai acara workshop peliputan tentang Arema di Hotel Tugu, Kota Malang, Jumat (13/11).

Gunadi optimistis proyek besar itu tercapai. Jika sukses, Arema menciptakan rekor baru sebagai klub pertama yang berhasilkan mengumpulkan pemasukan Rp 1 miliar dalam satu pertandingan. Bahkan, jika berhasil, ada beberapa pertandingan kandang (home) yang akan diberi label sebagai pertandingan Rp 1 miliar.

Optimisme Gunadi terlecut oleh keberhasilan Arema meraup pemasukan besar dari dua pertandingan kandang di awal Liga Super Indonesia 2009-2010. Dari perjamuan perdana melawan Persija Jakarta (Minggu, 11/10), panitia pelaksana mengantongi Rp 628 juta. Tiket ekonomi yang terjual sebanyak 33 ribu lembar, VIP 2.200 lembar, dan VVIP 308 lembar. Dari pertandingan melawan PSPS Pekanbaru (Rabu, 14/10), panitia mengantongi Rp 263 juta, dengan 26 ribu tiket ekonomi terjual.

Derby tim sekota itu memang sarat gengsi dan berhawa panas. Jamak diketahui, persaingan antara Arema dan Persema sudah menjadi persaingan bernuansa dendam yang sulit diurai di mana pangkal persoalannya.

Namun, patut diduga dendam itu bersemi akibat Pemerintah Kota Malang acap bersikap diskriminatif pada Arema terutama di saat Arema mengalami krisis keuangan yang hebat. Sebaliknya, pemerintah bermurah hati mengucurkan banyak duit dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) kepada Persema yang notabene anak kandung Pemerintah Kota Malang.

Di luar pertandingan berlabel Rp 1 miliar melawan Persema, Arema juga menaikkan tiket untuk enam pertandingan kandang melawan Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persema Malang, dan Persik Kediri.

Harga tiket ekonomi naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu, tiket VIP naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu, dan tiket VVIP naik dari Rp 75 rbu menjadi Rp 100 ribu. Dari enam pertandingan—di luar big match melawan Persema—ditargetkan diperoleh pemasukan rata-rata sebesar Rp 750 juta per pertandingan, dengan asumsi tiket habis dibeli 45 ribu penonton atau sesuai dengan kapasitas Stadion Kanjuruhan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang menjadi kandang Singo Edan.

Joko Driyono, Ketua Harian Badan Liga Indonesia, sangat mendukung ambisi Arema. Proyek Rp 1 miliar bisa menjadi proyek percontohan (pilot project) yang jika berhasil dapat dilakukan oleh tim lain. Joko menyebut ada tiga tim yang dianggap mampu mencetak pemasukan Rp 1 miliar dari satu pertandingan, yakni Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Sriwijaya.

“Itu dengan asumsi kapasitas stadion yang dimiliki tim-tim itu memadai,” ujar Joko.

Selain stadion, keempat tim mempunyai suporter fanatik yang rela mengeluarkan duit berapa pun besarnya demi membela tim kesayangan mereka, terlebih jika itu pertandingan besar dan bergengsi.

Selain label pertandingan Rp 1 miliar, Joko memberi masukan kepada manajemen Arema untuk meraup duit sebanyak-banyaknya dengan cara membuka tempat khusus penjualan suvenir atau atribut Arema yang asli; kartu keanggotaan (membership) yangdijual kepada Aremania dan dengan hanya pemegang kartu keanggotaan yang boleh melihat latihan Arema, serta kerja sama dengan media massa untuk menggarap program yang betul-betul unik dan khas Arema di media bersangkutan.

“Empat saran saya, termasuk label Rp 1 miliar tadi, sudah dilakukan di banyak negara yang kompetisi sepak bolanya sudah begitu maju dan profesional, seperti di Eropa. Itu bagian dari business plan ke depan, termasuk yang sudah dirancang BLI hingga lima tahun depan,” Joko menegaskan.

[Abdi Purmono]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.