Arsip

Archive for the ‘Bonekmania’ Category

Download Mars Supporter Bonek Mania

Supporter – Salam Damai Supporter Indonesia, Salam Satu Nyali”WANI”, saat ini bisa mengunduh kumpulan mars Supporter Persebaya Surabaya”Bonekmania”, yang di dendangkan oleh band-band lokal dari Surabaya untuk Green, redaksi ucapkan terima kasih untuk rekan-rekan Bonekmania yang turut membantu memberikan masukan dan atensi terkait mars Bonekmania, dan songsupporter.blogspot.com yang turut memberikan informasi dan link, silahkan di unduh dan semoga bermanfaat. Read more…

Categories: Bonekmania Tag:, ,

Kembalikan Kejayaan Bonek dan Persebaya

Supporter – Sepak bola memang permaianan yang membikin kita ketagihan. Dengan bola juga, bisa menyatupadukan para pemaniak si kulit bundar. Bagi penggila bola, bahkan sepak bola menjadi semacam  ideologi. Atau ritual beragama yang mesti dan wajib dilakukan, tak boleh ketinggalan.

Eropa, adalah benua yang paling gembul kompetisi bolanya. Ia menjadi kiblat persepakbolaan dunia. Dari sana jugalah terlahir pesepakbola gaek, yang sempat merajai berbagai helatan akbar persepakbolaan dunia. Negara-negara yang menjadi langganan utama dalam hal memiliki pemain-pemain ampuh-ampuh seperti Italia, Belanda, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugis, Jerman dll. Hampir tak ada negara di Eropa yang tak memiliki cukup stok pemain bola yang andal.

Orang-orang yang keranjingan menonton bola, pasti tak bisa tidak kenal legenda bola seperti Franz Beckenbauer, Sir Bobby Robson, Lorenzo Buffon, Fabio Capello, Frank Rijkaard, Marco Van Basten, Ruud Gullit, Walter Novellino, Carlo Ancelotti, Giovanni Trapattoni, Cesare Maldini, Roberto Donadoni, Cesare Maldini, Gunnar Nordahl dan masih sangat banyak lagi.

Inggris, salah satunya, ia punya industri persepakbolaan yang boleh dikata menggegerkan jagat perbolaan. Di samping negara tersebut memiliki striker, pemain sayap, bek dan kiper serta libero yang punya skil menggolkan bola sangat tinggi, negeri tersebut punyai pendukung sepakbola yang kompaknya luar biasa. Yah, Inggris punya Hooligan.

Suporter-suporter yang siap membela hidup-mati kesebelasan Inggris, sehingga sampai rela menyerahkan keselamatan jiwa mereka demi mewujudkan keunggulan kesebelasan Inggris. Hooligan, tidak takut mati. Apalagi kalau hanya untuk meladeni tawuran. Mereka sudah memiliki lembaga training yang membekali para Hooligan keterampilan bersilat.

Bersilat dalam arti yang sesungguhnya adalah seni bela diri  dan bukan dalam arti sebenarnya, bersilat lidah. Pandai memainkan keterampilan berolah bicara atau beretorika. Ingat Hooligan, kita jadi teringat pula dengan perilaku para Bonek. Bondho Nekat, Julukan yang diperuntukkan bagi para suporter fanatik kesebelasan Persebaya, Surabaya–dalam beberapa hari lalu menjadi bahan cemoohan banyak pihak. Surabaya miliki Bonek. Bandung punya Bobotoh. Kota lainnya juga masing-masing mempunyai wadah para suporter, lengkap dengan karakternya masing-masing.

Aksi nekat yang kerap dilakukan para Hooligan, juga persis acap dilakukan oleh para Bonek. Seperti apa yang mereka lakukan beberapa waktu lalu di Solo, dengan melempari rumah, toko dan kerumunan massa dengan batu. Imbasnya, sejumlah orang luka-luka, akibat tertimpuk batu sekepalan tangan pada badannya. Sejumlah bangunan juga rusak. Tak lama berselang dari kejadian itu, giliran para Bonek itu yang ketiban sial.

Di sejumlah kota, ketika kereta pengangkut para Bonek yang melaju dari Bandung menuju Surabaya, dihujani dengan batu-batu oleh massa di sejumlah daerah, termasuk di Yogya. Ya benjut juga kepala para Bonek tersebut tertimpali bebatuan. Aksi balas dendam tersebut, persis seperti drama kanak-kanak. Habis dijotos oleh rekan sebaya, ganti hari ia ganti yang meninju muka penjotos itu.

Bonek, sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar dalam membesarkan masa depan persepakbolaan di Tanah Air. Mental keberanian mereka, kesoliditasan, kekompakan dan kejantanan mereka dalam mendukung kesebelasan elit tercinta mereka; menunjukkan keunggulan yang bisa menjadi potensi bagus. Tak ada wadah suporter sepakbola di Tanah Air yang sekritis Bonek.

Aksi anarkis yang diperagakan oleh para Bonek itu, sesungguhnya merupakan sikap kritis mereka terhadap rasa keadilan publik. Kalau para Bonek bikin ulah ketika pertandingan sepakbola masih berlangsung, itu bukan tanpa dalih. Mereka menilai telah terjadi ketakadilan dalam adu bola tersebut. Sikap wasit yang tak adil, riskan memicu temperamental para Bonek untuk melancarkan aksi nakal mereka.

Hinaan terhadap martabat para Bonek, juga merupakan perkara fundamental yang mudah memicu tensi darah para Bonek. Kalau kemudian para Bonek itu merusak fasilitas stadion, rumah-rumah, toko, gardu jaga Poltas dan apa-apa yang dilalui oleh para Bonek, itu bukan wujud sebuah tindakan anarkis semata.

Namun memiliki nilai pesan yang mendalam dalam mata pandang para Bonek. Ketahuilah, jika para Bonek itu menghancurkan fasilitas publik, bukan pertanda bahwa Bonek itu sadis, anarkis dan suka bikin teror. Pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh para Bonek melalui serangkaian-serangkaian perusakan itu adalah sebagai ungkapan protes atas letupan-letupan emosional kolektif terhadap pelayanan pemerintah terhadap rakyat.

Bonek merusak stadion dan marka-marka jalan dll, itu lebih menunjukkan pada publik bahwa mereka merusak simbol-simbol yang merepresentasikan sebagai negara dan atau pemerintahan. Orang Surabaya, memiliki kekhasan cara mengungkapkan emosi dan kelakukan yang sangat berbeda dengan warga yang bukan dari Surabaya. Mental orang Surabaya itu amat egaliter. Mengatakan apa adanya.

Keegaliteran arek-arek Suroboyo itu kental sekali melalui kosakata-kosakata yang terungkap dalam bahasa komunikasi seharian. Tata bahasa khas Jawa Timuran, tepatnya Suroboyoan itu bertali pusar pada kelugasan bahasa, menghilangkan anasir-anasir yang kerap rancu seperti apa yang muncul dalam dialektika bahasa Jawa yang multitafsir. Tersekak dan tersekat oleh batasan-batasan etika, unggah-ungguh, tata kerama; sehingga pola bahasa yang dikembangkan memiliki jenis dan petunjuk penggunaan yang berbeda-beda untuk berbicara kepada siapa dan membicarakan apa, pada waktu kapan dan lain sebagainya.
Surabaya adalah tempat nenek moyang peradaban di Jawa. Ia jantung pertahanan ipoleksosbudhankamnas. Surabaya adalah makrokosmis bagi Indonesia.  Orang-orang Surabaya memiliki garis keturunan dari nenek dan kakek moyang tetua kerajaan Jenggala, Kediri, Singosari, Majapahit dan lain-lain.

Para Bonek adalah orang-orang yang mengantongi kesadaran genetis para manusia terhormat yang pernah menjadi sesepuh bagi Nusantara. Dalam benak dan jiwa para Bonek itu tersemat semangat tanding, mental petempur dan mental ksatria yang siap mengorbankan jiwanya demi menjaga martabat kemanusiaan. Bukan demi mencari gengsi, atau sensasi sosial, sensasi asosial lainnya.
Para Bonek adalah begawan-begawan yang punya spirit Layang Kumitir dan Naya Genggong, dua tokoh spiritual yang menjadi jelmaan bagi bangkitnya kesadaran manusia menuju puncak pencerahan. Bonek, adalah kekayaan kultural yang mesti dijaga martabatnya, bukan untuk dilecehkan hanya demi mengejar gengsi kekuasaan dan aneka pamrih primordialistik.

Persebaya adalah pasukan perang yang menjadi tempat beradu strategi dalam mengelola sejuta potensi warga Surabaya menuju keunggulan intelektual, kedewasaan cara berfikir dan kematangan rohani. Bonek dan Persebaya adalah dua senjata sosial yang semestinya bisa mengangkat harkat dan martabat Surabaya sebagai ibukota perjuangan di negeri ini.

Oknum-oknum Bonek yang mengkhianati ikrar kesetiannya terhadap “nusa bangsanya” Persebaya, perlu digilas habis, agar citra Bonek yang jantan, kstatria, kritis, kompak, tangguh dapat moncer. Atau sebaliknya, jika “pemerintahan” Persebaya yang mengkhianati janji seia-sekatanya Bonek, maka Persebaya perlu dipancung sosial, demi melahirkan kesadaran baru dalam menatap masa depan persepakbolaan di Tanah Air.

Kembalikan kejayaan para Bonek dan Persebaya. Hidup Bonek, Merdeka Persebaya! Terus hidup mengukir berprestasi atau pilih mati sekalian menanggung cacat martabat. Caruk saja!

[Oleh : Supadiyanto:kabarindonesia.com]

Categories: Bonekmania Tag:,

Media!Mana keadilan Untuk Bonek

Supporter – Pagi itu pukul 5 hari Jum’at tgl 22 Jan 2010 di Sts . Gubeng udh dipenuh dgn Suporter Persebaya BONEK ,. dan sekitar memasuki pukul 6.30 kereta berangkat menuju Bandung ,.. dengan semangat 45 BONEK rela berdesakan d dalam kereta entah itu Panas siang menyengat maupun Dingin Malam menggigil , BONEK 100% tetep dukung Persebaya ,. Ketika kereta yg mengangkut BONEK memasuki wilayah SOLO, Warga Solo d sepanjang rel kereta api udh menyiapkan serangan batu bagi BONEK , mendapat serangan batu mendadak dr warga SOLO , BONEK hanya bs bertahan sesekali membalas lemparan coz BONEK tdk hanya ingin diam menjadi korban pelemparan batu ,.
Namun apa kata media …??? Dengan bangga mereka mengatakan ” BONEK BERBUAT ULAH MELEMPARI WARGA ” ,.

Namun setelah kejadian tersebut perjalanan berjalan lancar sampai akhirnya menuju Sts.Rancaekek Kab Bandung pukul 2 dini hari ,. Aparat Polisi Bandung udh menjemput BONEK dan dgn sabar Aparat Polisi menuntun BONEK menuju tempat penampungan d Lanud Sulaiman dgn menggunakan 40 Truk Angkut + Truck Polisi selama 3 Kloter ,. Kali ini mengucapkan BONEK ” TERIMA KASIH PAK POLISI ” ,.

Pagi pukul 7.00 tgl 23 Jan 2010 , di Lanud Sulaiman Telah dipersiapkan Sarapan buat BONEK ,. dengan tertib tanpa anarki BONEK antri menerima Sarapan pagi dr Bapak2 TNI ,..

setelah sarapan massal bersama ,.Secara bergelombang Aparat TNI membawa BONEK menuju Std Jalak Harupat ,.bahkan ada juga beberapa BONEK yg berangkat secara Kelompok2 tertentu tanpa berbuat ulah sepanjang perjalanan Bandung,. ketika waktu menunjuk pukul 2 siang std . Jalak Harupat udh penuh 5rb BONEK , VIKING udh siap memberi makanan siang buat BONEK yg udah menunggu ,.

2 Jam sebelum kick off , stadion udh penuh sesak oleh VIKING & BONEK ,. walaupun Hujan turun dan membuat hawa dingin di dalam stadion , namun dengan suasana Kehangatan persahabatan BONEK VIKING mampu mengalahkan hawa dingin sore itu ,. Bahkan beberapa BONEK VIKING saling bertukar Accesoris masing2 Supporter ,tentu menambah suasana kehangatan d dalam stadion ,. belom lagi Nyanyian Sambutan dr kedua Suporter tersebut ,. Indahnya Persahabatan BONEK VIKING juga d temani dgn Indahx Pelangi d atas Stadion Jalak Harupat …

Kick Off dimulai ,. dimana BONEK VIKING bernyanyi mendukung Tim Kesebelasan masing2 sesekali BONEK VIKING melakukan gerakan Yel-Yel yg sangat indah bahkan mampu membuat Ombak Lautan Biru Hijau beberapa putaran ,.. Gol demi Gol dirayakan bersama oleh VIKING BONEK yg semakin menunjukkan bahwa ” BONEK VIKING SATU HATI “,.

Skor akhir 4-2 yg dimenangkan PERSIB , Selamat Buat VIKING ,..
Kali ini BONEK tanpa sakit Hati coz Persebaya kalah dgn legawa Menerima permintaan Pertukaran Accesoris dr Viking sambil foto2 bersama d Stadion ,. Kali ini BONEK mengucapkan ” Teima Kasih VIKING atas sambutannya “..

Sambil menunggu datangx Truk yg akan mengangkut BONEK menuju Stasiun ,. BONEK dgn sabar menerima Makanan n Minuman yg diberikan Oleh Pak Polisi d dalam stadion,.. Dgn 40 Truck BONEK di angkut menuju Stasiun Rancaekek secara 3 kloter ,..
Pukul 7.00 tgl 24 Jan 2010 ,.BONEK kembali ke Surabaya menggunakan 11 Gerbong Kerata Api LB ,. dalam perjalanan Tak henti-hentinya warga Jabar memberikan salam hangat kepada BONEK yg melintas d daerah warga ,. bahkan beberapa warga Jabar memberikan bantuan air minum kpd BONEK ,..

Ketika memasuki stasiun wilayah Sleman ,. Kelompok suporter SLEMANIA dgn Persaudaraan Memberikan bantuan beberapa air minum + Buah Rambutan ,. BONEK pun Bernyanyi ” TERIMA KASIH SLEMANIA ” ,. Ironisnya beberapa meter dr Stasiun tersebut BONEK dilempari Batu oleh beberapa warga ,. Tentu Kita bertanya .. td Kita d kasih Air Minum knp kemudian di lempari batu ,.. Apakah itu Oknum Pasoepati ato SLEMANIA …?? Allohuaalaamm…

Perjalan berlanjut sampai menuju YOGYA aman2 Lancar., Memasuki Wilayah SRAGEN , PURWOASRI , SOLO ,. mulai berdatangan Batu-Batu n Bom Molotov melayang d Kereta ,. coz terus d serang dr beberapa sisi ,, BONEK hanya bisa bertahan dgn alat seadanya mulai Tas Ransel pun d pakai buat bertahan ,.. Dikarenakan Serangan malah menjadi besar & Beringas dr Warga SOLO ,. Kaca Kereta udh Hancur maka tdk ada pilihan lain bagi BONEK untuk merusak kursi2 d Dalam coz Kursi tersebut merupakan pertahanan terakhir yg dapat menahan lemparan batu & Bom Molotov dr WARGA SOLO ..

Entah itu di Stasiun apa ,. tiba2 kereta berhenti,. tentu itu menambah suasana d dalam gerbong menjadi mencekam coz warga SOLO udh mulai maju d Depan Kaca- kaca bahkan ada juga yg melempar Bom Molotov d dalam gerbong yg membuat bau d dalam gerbong bercampur dengan Bensin ,..

Syukur Alhamduliilah ,. akhirx Kepolisian Datang dan membubarkan aksi beringas Warga SOLO dengan menembakkan Gas Air Mata d dalam Gerbong BONEK & Warga SOLO ,.Suasana menjadi aman seketika , namun Ketika perjalanan d lanjutkan , Kembali BONEK menjadi sasaran lemparan batu oleh warga d sepanjang Rel kereta , Lagi2 BONEK cuma bisa bertahan menahan Serangan Batu bertubi-tubi dr warga SOLO ,. lebih dr 2jam BONEK cuma bisa bertahan menahan serangan batu & bom molov dr warga SOLO dgn peralatan seadanya.. dengan Teriakan pembakar Semangat & Kerja sama BONEK akhirnya mampu menahan serangan tersebut,. perjalanan terus berlanjut & akhirnya menuju Stasiun Madiun, BONEK d sambut dengan kawalan POLISI yg memberikan beberapa Kardus air mineral.,. kali ini Kembali BONEK mengucapkan beribu2 terima kasih ” TERIMA KASIH PAK POLISI ATAS KEAMANANNYA ” ….

Akhirnya nyampai d Surabaya pukul 21.30 BONEK udh d jemput aparat POLISI SURABAYA dengan memberi beberapa makanan n minuman pada BONEK dan beberapa Truk untuk mengangkut BONEK Kembali d rumah masing2

Sungguh Perjuangan Heroik BONEK menahan Lemparan Warga SOLO dr segala penjuru mulai dr pinggir kanan , kiri , atas Kereta,..
BONEK HERO FOR SURABAYA ….

Namun Gimana Pemberitaan Media ,.???
Sungguh tdk Manusiawi , dmana Kenetralan Jurnalisme ,???. mengapa cuma BONEK aja yg terus d salahkan seolah-olah BONEK telah berbuat rusuh terlebih dahulu ,. Berbagai judul menghiasi Breaking News d beberapa media Televisi dgn sebutan ” BONEK BERBUAT RUSUH , BONEK BERULAH KEMBALI , BONEK MELEMPARI WARGA SOLO , PT KAI RUGI 249jt GARA2 BONEK dll ” ..

Mendengar berita2 tersebut tentu kita (BONEK) geram dengan pemberitaan media yg selalu memojokkan BONEK ,. Tentu anda ketahui wahai para JURNALIS ,. Jelas BONEK korban dr kebrutalan warga SOLO knp mesti BONEK yg terus d salahkan ,..????
Udh jelas2 warga SOLO melempari BONEK dgn batu yg mengakibatkan kaca-kaca d kereta pecah berantakan ,knp masih aja ada yg mengatakan BONEK memecahkan Kaca-kaca kereta …?????

BONEK cm menuntut keadilan dr media , jangan seenak’a bikin berita yg menjelekkan BONEK ,. Media tdk menghargai BONEK yg udah mati-mati’an mempertahankan nyawa dr serbuan batu , masih aja d salahkan ,..

Sekian …

[Cerita Bonek yang di bagi melalui akun FB]

Categories: Bonekmania Tag:, ,

Sebagai Bentuk Protes ke PSSI, Bonekmania kenakan Kostum Hitam

Supporter – Sebagai bentuk protes atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI, Panpel Persebaya imbau supporter yang datang ke Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya memakai pakaian hitam atau warna gelap.

Sore ini Persebaya menjadi tuan rumah menjamu Persijap Jepara.

HELLY SUYANTO Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya , Selasa (23/02) mengatakan, pemakaian atribut warna hitam atau gelap ini sebagai bentuk reaksi atau protes atas sanksi yang diberikan PSSI pada Persebaya. Karena selama ini sanksi yang diberikan pada Persebaya dinilai sangat berat dan tidak berdasar.

HELY mengatakan, imbauan yang disampaikan Panpel memang dinilai tidak efektif. Tapi dia berharap supporter bisa menaati saran Penpel karena kalau melanggar Persebaya bisa kena tambahan sanksi.

Kata HELY, upaya yang dilakukan Panpel ini memang tidak mudah. Karena komponen supporter Persebaya tidak hanya datang dari Surabaya, tapi juga dari berbagai daerah. Cara ini kemungkinan akan menyulitkan. Tapi Panpel juga sudah menyiapkan upaya lain, misalnya dengan menyediakan rompi plastik warna hitam.

Sebelumnya akibat ulah beberapa oknum supporter, Persebaya Surabaya terkena beberapa sanksi dari Komdis PSSI diantaranya denda Rp250 juta.

Selain itu Persebaya dilarang didampingi supporter saat partai tandang selama 2 tahun, dan di pertandingan kandang supporter Persebaya juga tidak diperbolehkan memakai atribut Persebaya.

(bud/ipg)

Categories: Bonekmania Tag:,

Komdis! Lihatlah kelakuan Bonek

Supporter – Pertandingan Persebaya vs Arema telah usai, dan kemenangan di raih Persebaya dengan skor 2-0, perjuangan yang di dapat dari kerja keras seluruh punggawa Green Force setelah 9 tahun lamanya, akhirnya bisa mengalahkan rival abadinya di depan ribuan Bonekmania di tambak sari dan di depan pecinta sepakbola Indonesia yang menyaksikan laga tersebut melalalui layar kaca.

Penampilan Singoedan yang selama ini garang ternyata bisa di imbangi oleh pasukan Bajul Ijo(buaya hijau), bahkan pelatih Arema”Robert Rene Albert” memuji pasukan Persebaya bermain lebih bagus dari teamnya, namun Robert tidak lantas menyerah begitu saja ia mengatakan akan membalas kekalahan tersebut di Malang dengan skor 4-0, ia menambahkan dan pesan kepada Aremania agar tidak berkecil hati.

Menurut Robert, timnya kurang beruntung sehingga gagal menciptakan peluang ke gawang Persebaya. Robert berjanji akan membalas kekalahan ini di Malang.

Berbicara faktor lain di luar pertandingan,

1. Sebelum pertandingan berlangsung Bonekmania telah melakukan ancaman dan teror kepada seluruh punggawa Singoedan begitu mereka datang di hotel tempat pemain dan official Arema menginap.

2.Ketika bis yang membawa rombongan pemain Arema menuju stadion, Bonek melempari bis pemain Arema hingga kaca pecah dan body bis ringsek. Untungnya tidak ada pemain Arema yang terluka.

3.Tidak hanya Bus Arema, kendaraan yang membawa Wartawan dari Malang juga mereka lempari, batu yang di lemparkan ada yang sebesar kepalan tangan orang dewasa, beruntung tidak ada yang terluka.

4.Ketika pertandingan berlangsung, tepatnya pada menit ke-14, Bonek membakar syal Arema, tepatnya di tribun selatan.

5. Beberapa waktu yang lalu, LA Mania di berikan Sanksi oleh komdis terkait Rasisme di dalam stadion, begitu juga Bonekmania, sepanjang pertandingan, mulut mereka tidak henti-hentinya melontarkan kata-kata rasisme,penghinaan dan kekerasaan(komdis harusnya juga tau)karena acara di siarkan secara Live.

6.Bonekmania yang tidak mendapat tiket mencoba masuk ke Stadion dengan berbagai cara, salah satunya dengan menaiki mobil Pemadam Kebakaran kota Surabaya.

7.Bonekmania merusak salah satu pintu masuk stadion, beruntung aparat dengan sigap menghalau mereka, sehingga tidak sampai merasuk ke dalam stadion.

Semoga Komdis juga mengetahui kejadian tersebut, Salam Damai Supporter Indonesia. Majulah Sepak Bola Indonesia.

Bus pemain Arema dikawal ketat ketika memasuki Tambaksari

Water canon dan aparat keamanan disiagakan oleh Polda Jatim untuk mengantisipasi kerusuhan

Bonek yang tak membawa tiket dihalau menjauhi pintu stadion

Polisi melokalisir pintu masuk stadion

Areal Tambak sari di kepung oleh Bonekmania yang ingin menyaksikan Laga

Polisi dan anggota TNI mengalau bonek yang mencoba berbuat onar

Berikut ini adalah  salah satu akun Facebook yang mengaku Bonek dan mencoba membuat keributan di facebook milik Aremania, dengan menggunakan ID Facebook  -Kachu Hadjarudin-Sekalipun memperoleh kemenangan ia tetap saja membuat masalah.

[Hendy Prima]

Categories: Bonekmania, Editorial Tag:

Bonekmania terpuaskan, Aremania terbebaskan

Supporter – Laga sarat gengsi dan emosi yang menautkan dua team kota Di Jawa Timur antara Surabaya dan Malang, jika di Klasemen sementara Arema Indonesia menduduki peringkat pertama dan Surabaya nomor sepuluh, jika perbandingan kota, Surabaya kota terbesar di Jawa Timur dan Malang kota kedua setelahnya, itulah yang membuat suasana semakin membuat emosi pendukung team Persebaya memadati kota Surabaya, lebih dari itu hubungan kedua Supporter tersebut memang tidak harmonis sama sekali, tapi justru itulah yang menarik dari laga Super BIG MATCH ISL Jawa Timur.

Sang pemuncak klasemen Singoedan harus pasrah dengan tidak membawa point sama sekali dari kota Pahlawan, setelah buaya mengkandaskan mereka dengan Skor 2-0, permaianan cepat singoedan ternyata mampu di patahkan dan di imbangi oleh buaya, pasukan Danurwindo”pelatih persebaya”tidak biasanya bermain seperti saat mengalahkan tamunya dari Malang, keras dan tajam, yang membuat taring Singoedan tak mendapatkan celah untuk menjinakkan sang buaya.

Seluruh kota Surabaya berwarna hijau, seperti tak ada celah untuk masuk ke dalamnya, Kelompok Supporter Bonek berduyun-duyun ke Gelora 10 November(Tambak Sari), saat-saat yang di nanti mereka(bonek.red) untuk melihat dan mendukung team kesayangannya menghancurkan Singoedan, seluruh tiket yang disediakan oleh Panpel terjual habis, dan Panpel meraup keuntungan senilai Rp.695Juta dari Derbi Jatim tersebut, ratusan bahkan ribuan bonek terpaksa tidak bisa masuk ke dalam stadion, pemasukan terbesar Bajul Ijo datang dari tiket ekonomi. Dari 26 ribu tiket yang disediakan dengan harga Rp 20 ribu, total panitia mendapatkan Rp 520 juta. Sedang dari hasil penjualan tiket utama sejumkah 2500 lembar dengan harga Rp 50 ribu, panitia mendapat Rp 125 juta.

Sedang untuk tiket VIP, dari 500 tiket yang dijual dengan harga Rp 100 ribu, Panpel meraup keuntungan sebesar Rp 50 juta. Bahkan penghasilal total Rp 695 juta itu sekaligus memecahkan rekor pertandingan lawan PSM Makassar lalu.

“Waktu itu kita dapat Rp 570 juta. Tapi hari ini rekor pecah. Kita total mendapat Rp 695 juta. Memang ini tak seperti Arema yang mendapat Rp 1 miliar, karena stadion kita lebih kecil. Tapi kalau kita sudah pindah ke Gelora Bung Tomo, pasti kita bisa lampaui rekor itu,” kata ketua Panpel, Paulus Helly.

Di Malang :

16 November 2010 bertepatan dengan hari dimana Aremania bebas dari hukuman selama 2 Tahun dari komdis PSSI yang di jatuhkan kepada mereka setelah melalukan tindakan pengrusakan stadion Brawijaya(stadion Persik) di Kota Kediri, selama masa hukuman mereka di larang mengenakan atribut yang berwarna biru dan atribut lain tentang Arema,selama menjalani masa hukuman, mereka masih tetap kreatif, syal yang biasa mereka kenakan saat datang ke Kanjuruhan di ganti dengan Bendera Merah Putih, tidak hanya itu, baju koko(muslim) dan kopyah mereka kenakan acap kali Arema berlaga, tidak di Kandang dan tidak pula saat tandang.

Aremania mengelar upacara pembebasan dan kemerdekaan di alun-alun kota Malang, setelah itu mereka melakukan konvoi mengelilingi Kota Malang, hingga berakhir di beberapa titik di Kota Malang untuk Nonton Bareng antara Persebaya Vs Arema Indonesia, begitu laga di mulai tempat-tempat yang di gunakan saat nonton bareng tak ubahnya suasana Kanjuruhan, mereka juga menyanyikan “Padamu Negeri” sesaat sebelum laga di gelar, dan terus bernyanyi sepanjang pertandingan di depan layar lebar untuk mendukung team pujaan mereka yang sedang berjuang di Surabaya, warna biru yang selama ini tidak nampak di Malang mulai Lahir Kembali.

Wajah kekecewaan keluar dari raut muka mereka, Kado kemeredekaan belum bisa di berikan oleh Arema kepada pendukungnya yang berada 2 Jam perjalanan(Aremania.red), Arema kandas atas rival abadinya 2-0, usai nonton bareng dan konvoi Aremania tertib, mereka sadar masih ada kesempatan untuk Revans di Kanjuruhan, Arema bermain bagus namun ternyata Persebaya bermain lebih lihai.

Inilah Aremania, selamat datang Aremania. Selamat Bonekmania atas kemenangan yang memang kalian harapkan dari Arema Indonesia, tetap bagaimanapun Aremania dan Bonekmania adalah Jawa Timur dan Supporter Indonesia, dengan segala kelemahan dan kelebihan masing-masing.

[Hendy Prima]

Jelang Derbi Jatim, Pemain Persebaya konflik

Supporter – Perkelahian sesama pemain Persebaya terjadi saat sesi latihan, Rabu, menyusul naiknya emosi pemain menjelang pertandingan penting melawan pimpinan klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI), Arema Malang di Surabaya, Sabtu (16/1) mendatang.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan, perkelahian itu melibatkan pemain bertahan asal Jepang, Takatoshi Uchida dengan tiga pemain lokal, masing-masing Andi Odang, Taufiq dan Satrio Syam.

Peristiwa itu berawal dari latihan “game” yang dijalani pemain di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya. Andi Odang emosi setelah mendapat “tackling” dari Uchida yang berusaha menghalau bola dari kakinya.

Andi Odang yang mandul dalam beberapa pertandingan terakhir, tidak terima dengan tindakan kasar Uchida dan langsung memukuli pemain asal Jepang tersebut.

Dua pemain Persebaya lainnya, Taufiq dan Satrio Syam ikut-ikutan membantu Andi Odang, sementara Takatoshi Uchida sama sekali tidak memberikan perlawanan.

Melihat rekannya dikeroyok, pemain asing asal Australia, Josh Maguire mencoba membantu dan memisahkan. Perkelahian selesai setelah pelatih Persebaya Danurwindo turun tangan.

Takatoshi Uchida saat itu juga langsung meminta maaf kepada Andi Odang dan Danurwindo sempat menghentikan latihan untuk memberi pengarahan kepada pemain.

“Hal seperti itu biasa terjadi, tidak hanya di Persebaya. Tapi saya justru melihat sisi positif dari kejadian itu, bahwa emosi pemain menjelang laga lawan Arema cukup tinggi dan itu sangat diperlukan, bahkan hingga laga nanti,” kata Danurwindo.

Ia mengakui anak asuhnya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Arema Malang dan mengalahkannya di kandang sendiri.

“Saya harus tetap menjaga emosi dan motivasi pemain hingga hari Sabtu nanti. Mental Andi Odang memang sedang goyah karena tidak berhasil mencetak gol dalam beberapa pertandingan, padahal dia punya banyak kesempatan,” mantan pelatih Persema Malang itu.

Danurwindo juga akan mendekati dan berbicara dari hati ke hati dengan mantan penyerang Persekabpas Pasuruan yang telah mencetak enam gol untuk Persebaya itu.

Sementara itu, Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar berharap perselisihan antarpemain tersebut tidak berimbas pada kekompakan tim, sehingga target memenangkan pertandingan lawan Arema bisa terpenuhi.

“Mereka sudah saling minta maaf dan baik lagi, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan. Saya hanya minta kekompakan tim tetap dipertahankan,” tegasnya.

[antara]

Categories: Bonekmania Tag:

Bonek kembali bikin ulah lagi

Supporter – Inilah akibatnya kalau pengiriman suporter tanpa koordinasi. Dan untuk kesekian kalinya, oknum Bonek lagi-lagi bikin ulah usai menyaksikan tim kebanggaannya bertanding away ke kandang Pelita Jaya di Karawang.Kali ini, beberapa oknum bonek tersebut bikin ulah di Stasiun Cepu, Jateng, Senin (11/1/2010) dengan merampas makanan Read more…

Categories: Bonekmania, news Tag:,

Jelang laga Vs Arema! Persebaya siapkan keamanan

Supporter – Pertandingan Liga Super Indonesia yang mempertemukan tuan rumah Persebaya Surabaya melawan Arema Indonesia pada 16 Januari mendatang, akan mendapat pengamanan sangat ketat dari aparat keamanan terkait kekhawatiran munculnya kerusuhan.

Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan pihaknya sudah mengadakan koordinasi dengan aparat kepolisian soal rencana digelarnya pertandingan itu.

Berdasarkan hasil koordinasi, Polwiltabes Surabaya selaku penanggung jawab pengamanan laga tersebut memberikan tiga opsi kepada Persebaya untuk menggelar pertandingan melawan Arema.

Ketiga opsi itu adalah pertama bermain di luar Jawa Timur, opsi kedua boleh main di Surabaya tanpa kehadiran penonton dan opsi terakhir tanding di Surabaya dengan penjagaan minimal 3.000 personil keamanan dari polisi dan tentara.

“Ketiga opsi itu merupakan pilihan yang sangat sulit buat Persebaya. Namun, demi harga diri, kami terpaksa memilih opsi ketiga,” kata Saleh Mukadar.

Ia mengakui kekhawatiran aparat keamanan terhadap kemungkinan munculnya kerusuhan di laga tersebut, cukup beralasan. Perseteruan suporter Persebaya (Bonek) dengan Aremania (suporter Arema) yang telah berlangsung sejak lama, sangat tidak mengenakkan dan merugikan tim.

Kerusuhan suporter pernah terjadi saat Persebaya menjamu Arema pada laga kedua babak delapan besar Copa Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya pada 5 September 2006.

Kerusuhan yang diwarnai perusakan fasilitas stadion dan pembakaran mobil itu dipicu kegagalan Green Force lolos ke babak empat besar, setelah ditahan imbang Arema dengan skor 0-0. Persebaya kalah dengan selisih gol karena pada pertemuan pertama di Malang takluk 0-1.

“Kami tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi dan kami yakin suporter Persebaya juga tidak menginginkan kejadian seperti itu,” tambah Saleh.

Anggota Panpel Persebaya Eddy Sofyan yang selama ini dipercaya mengurus perizinan pertandingan, mengatakan izin pertandingan Persebaya melawan Arema tidak ada masalah, karena izinnya satu paket dengan empat laga lain, yakni lawan PSM Makassar (13/12), Persiba Balikpapan (16/12), Persik Kediri (19/12), dan Persema Malang (20/1).

“Karena belum ada pemberitahuan larangan atau pembatalan dari aparat keamanan, panpel tetap jalan karena dua minggu sebelum laga digelar, perizinan sudah harus dikirim ke PT Liga Indonesia. Kalau tidak, tim bisa kena sanksi,” katanya.

Terkait permintaan tambahan personel pengamanan untuk laga lawan Arema, Eddy Sofyan menyerahkan masalah itu kepada aparat keamanan.

[antara]

Categories: Bonekmania Tag:,

Pemain Persebaya di landa cidera

Supporter – Awan mendung nampaknya tak beranjak dari Persebaya. Setelah kehilangan beberapa pemainnya karena cedera, kini salah satu punggawa, Josh Maguire menambah daftar panjang pemain Bajul Ijo yang absen lantaran cedera.

Sebelumnya, Anang Ma’ruf, Sofi Hermawan harus absen lantaran cedera. Selain itu striker sekaligus pemain termahal Persebaya, Ngon A Djam juga cedera dan absen cukup lama. Striker yang menjadi tandem Andi Oddang, Koribnus Fingkreuw juga mengeluh sakit sebelum pertandingan lawan Persijap. Meski akhirnya dia turun sebagai pemain cadangan.

Selain itu, bek Djayusman Triasdi juga tidak bisa main, tapi bukan karena cedera, Djayusman dipanggil Timnas Indonesia untuk pertandingan pra Piala Asia. Kini pemain asal Australia, Josh Maguire menambah daftar pemain yang tidak bisa tampil saat Persebaya melakoni laga tandang lawan Persela Lamongan, Minggu (3/1/2020) besok malam.

Menurut keterangan pelatih Persebaya, Danurwindo kepada wartawan, Sabtu (2/1/2020), kemungkinan Josh untuk main sangatlah kecil. Ia mengalami cedera cukup serius ketika Bajul Ijo kalah tipis dari tuan rumah Persijap, Rabu (30/12/2009) lalu. Meski begitu Danur mengaku sudah menyiapkan beberapa pemain untuk mengisi posisi Josh.

Selama ini Josh memang langganan starter di Persebaya. Bersama John Tarkpor dan Taufik, Josh menjelma menjadi pemain yang cukup merepotkan lini belakang lawan. Selain itu tak jarang ia juga menjadi pemecah kebuntuan ketika Persebaya seret gol. Hingga kini pemilik nomor 99 itu sudah mengkoleksi tiga gol.

“Josh tidak bisa main, kakinya tertarik. Ya itu tadi, pemain kita cukup banyak dan kualitasnya juga tak terlampau jauh. Kita sudah siapkan penggantinya, masih ada Lucky Wahyu dan Wijay tentunya,” urai Danur pagi tadi.

Kabar baiknya, duo striker Ngon A Djam dan Korinus Fingkreuw kemungkinan bisa diturunkan. Untuk Korinus, kemungkinan dia akan menjadi pendamping Andi Oddang di lini depan. Sedangkan kemungkinan Ngon untuk main memang cukup besar. Apalagi dia sudah menunjukkan perkembangan yang pesat.

“Tadi juga dia ikut latihan, tapi kondfisi fisiknya tidak 100 persen, apalagi sebelumnya dia lama tidak latihan. Soal mentalnya juga sudah bagus, dia tidak takut jika mendapat pressing,” lanjutnya.

Meski tidak diturunkan sebagai pemain inti, namun Ngon dapat diturunkan saat pertengahan babak. Tapi itu semua kembali lagi ke kehendak Danur. “Tapi kita lihat kondisi terkahirnya saja,” pungkas Danur.[sya/eda]BJ

Categories: Bonekmania Tag:,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.