Beranda > aremania > Fanatisme Supporter Bola yang menembus Batas Nalar

Fanatisme Supporter Bola yang menembus Batas Nalar

Supporter – Saya “dihantui” pertanyaan mengapa para suporter begitu antusias memberikan dukungan kepada klub, pertanyaan itupun berlaku para diri saya sendiri. Saat saya menemani kru film dari salah satu kampus di Jogja membuat film dokumenter tentang supporter AREMA (Aremania), kami nememui beberapa kelompok suporter yang datang dari berbagai daerah yang secara geografis letaknya jauh dari Malang, tempat Arema berdiam.

Beragam komentar mereka, namun ada satu kesamaan pandangan, dukungan mereka untuk Arema Indonesia, salah satu klub sepakbola peserta Liga Indonesia 2010. Namun mengapa mereka rela jauh-jauh datang ke Malang  hanya utuk menonton? Padahal salah satu stasiun televisi menyiarkan secara langsung. Dimana mereka bisa santai menikmati tayangan televisi tanpa berlu berlelah–lelah dan bersusah payah hadir ke staion berpanas-panas, menunggu berjam-jam di dalam dan di luar stadion Kanjuruhan. Fakta yang hadir di lapangan, pertandingan antara Arema melawan Persebaya berlangsung pukul 19.00 (7 malam), namun sejak pukul 7 pagi lingkungan stadion sudah mulai dipenuhi supporter. Umumnya mereka mencari tiket menonton pertandingan yang saat hari-H harganya melambung tinggi, mencapai 2 kali lipat dari harga normal. (sebagai informasi, harga tiket pertandingan Arema termasuk yang paling tinggi).  Pukul 11 siang stadion telah dibuka, padahal pertandingan masih 8 jam lagi. Mereka rela berpanas-panas di dalam stadion menunggu pertandingan dimulai. Benar-benar fanatisme di luar nalar.

Di dalam stadion mereka sudah bernyanyi meneriakkan dukungan kepada klub kebanggan mereka. Panas matahari tak menghalangi mereka untuk tetap bertahan di dalam stadion. Setiap peristiwa kecil yang terjadi dalam stadion menjadi hiburan bagi mereka untuk mengatasi kejenuhan menunggu pertandingan dimulai. Setiap peristiwa yang terjadi di dalam stadion menjadi hiburan yang tidak akan diperoleh oleh para penonton pertandingan melalui siaran televisi. Kita bisa menyaksikan “atraksi” suporter  Arema berjender wanita (Aremanita) yang melompati pagar, beragam spanduk berisi himbauan dan dukungan diarak memutari stadion, perkenalan kelompok suporter lain, seperti: Pasoepati (Solo), LA Mania (Lamongan), suporter Persewangi (Banyuwangi) yang disambut tepuk tangan dari Aremania didalam stadion. Belum termasuk show dari Aremania yang datang dari berbagai wilayah, seperti Bali dan Jogja. Benar-benar menghibur dan membanggakan. Begitu para pemain Arema memasuki stadion, sambutan makin meriah, penonton segera menyanyikan lagu-lagu khas supporter sebagai bentuk dukungan total mereka terhadap klub kebanggaannya.

Saya membayangkan andai Indonesia bisa benar-benar bersatu tanpa melihat perbedaan yang ada. Melihat perbedaan sebagai sesuatu yang tidak untuk dipertentangkan namun, menjadi anugrah bahwa keberagaman itu indah bila kita dapat memakanainya dengan jiwa, seperti slogan khas Aremania, SALAM SATU JIWA

Oleh : Ferry Agusta

(Cerita dari Tour Aremania Jogjakarta)

Blog : ferryagusta.wordpress.com

Categories: aremania Tag:
  1. 03/05/2010 pada 7:59 am | #1

    yoi,aremania menjadi ikon untuk perdamaian supporter di Indonesia !!

  2. 03/05/2010 pada 9:09 am | #2

    baguslah moga aremania memang benar2 menjiwai dalam mendukung arema.sebagai tambahan pengetahuan dalam sejarah sepak bola indonesia setahu saya gak ada suporter di negeri ini selain 15 ribu dari total 55 ribu bonek yang pulang sampe diangkut 3 kapal perang thn 97/98 [ kebetulan saya ikut di KRI teluk saleh bersama 5000 bonek lainya ] karena keterbatasan transportasi.Dan total 21 hari dari kami berangkat sampe pulang kembali kesurabaya.
    akan tetapi apapun itu semua sama kita dibawah bendera jawatimur.

  3. borokokok
    03/05/2010 pada 9:30 am | #3

    sebagai tambahan juga ini rekor yg belum terpecahkan… yang pernah membuat senayan penuh sesak cuma bobotoh.. ini sejarah jgn dilupakan

  4. JACK
    03/05/2010 pada 10:06 am | #4

    DAMAI SELALU SUPPROTER INDONESIA
    GARUDA DIDADAKU

  5. Aremania Batavia
    03/05/2010 pada 10:39 am | #5

    aremania bicara fakta sekarang,, menuju perdamaian dan kreatifitas suporter Indonesia….

  6. Aremania Batavia
    03/05/2010 pada 10:44 am | #6

    aremania bicara fakta untuk perdamaian suporter Indonesia, kreativitas dan loyalitas,,,, mohon mari kita wujudkan,, buat suporter lain, mari bersama kami Aremania….

    sasaji

  7. 09/30/2011 pada 7:19 pm | #7

    oyo qt jg kebersamaan sam…
    jngn krena keegoisan qt…..
    yg berdampak pd bumi pertiwi……
    ingat berbeda2 tetapi tetap 1 jua….
    atribut boleh beda tetapi jiwa tetap garuda indonesia

  1. Belum ada trackback.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.