Beranda > Jakmania, Viking > Awal Mula Permusuhan Jakmania dan Viking

Awal Mula Permusuhan Jakmania dan Viking

Supporter – Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.

Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.

1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.

Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.

Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.

Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.

Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.

Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.

Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.

Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.

Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.

Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.

Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.

Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aja, lebih cinta mana kita sama PERSIB atau sama PERMUSUHAN DENGAN THE JAKMANIA?

Sumber : Link

Kategori:Jakmania, Viking Tag:,
  1. tryzunoe nasution
    03/03/2010 pukul 10:17 am

    aku bonek,arek asli surabaya,kapas krampung.klo bicara soal musuhan tentu lebih panas konflik antara bonek ma aremania,tapi disini aku ga dipihak bonek ataupun aremania.karna aku tau waktu pertama kali dibentuk arema malang,aremania bersaudara ma suporter persebaya,di era Mitra surabaya belum ada istilah bonek mania,yang ada hanya Suporter persebaya surabaya,yang indah,atraktif,dan kreatif tanpa anarki.tapi sejak dibentuk nama bonek mania,perubahan demi perubahan terus terjadi,ga kecuali anarkisme,karna secara otomatis nama”bonek”menjadi sbuah genk yang memiliki banyak anggota,dengan itu mereka jadi merasa banyak kawan serta ga gentar melakukan apa saja dengan bebas,disini aku ngerasa priatin karena sekarang nama bonek hanyalah nama,tanpa diisi oleh arek2asli surabaya,dengan seenaknya ngerusak kota pahlawan karena merasa bukan kotanya,ga memiliki rasa patriot surabaya.saat ini,masalah yang dialami antara bonek vs aremania sama dengan jakmania vs viking,para generasi ga tau apa sebenarnya yang jadi awal mula permusuhan,yang mereka tau hanya ikut ikutan,

    perbedaan harusnya bisa untuk saling melengkapi,bukan tuk menjadi rival,,aku ingin smua suporter seluruh indonesia bersatu,pada dasarnya kita semua satu indonesia

  2. rocki arema
    03/03/2010 pukul 12:59 pm

    saya asli mlg, saya juga sependapat ama komentar sebelumnya milik “tryzunoe nasution” selesaikan permusuhan.. Saya prihatin melihat perkembangan saat ini.. setiap suporter saling menunjuk kutub-kutub kelompok.. saya memihak si A, saya memilhak si B.. akhirnya apa?? Dunia sepak bola akan semakin tenggelam oleh aroma kebusukan kita sendiri. Dalam suatu kompetisi yang baik, bukan mustahil tercipta pemain yang berkualitas jempolan. Tidak inginkah kita melihat, Boas Solossa berjibaku di babak PD 2018? Mari, kita sebagai suporter berbenah. Mari ciptakan iklim yang bersahabat, yang mengasyikkan, sehingga pemerintah pun tak segan mendukung segala kebijakan PT. LI.. semoga ini semua indah pada waktunya. amiin. amain. SALAM SATU JIWA AREMA INDONESIA terkusus buat seluuruh penggemar sepak bola Indonesia.

  3. Gege Endhel
    03/03/2010 pukul 1:26 pm

    mank arema bonek musuhannya knp ?
    tlng dunk redaksi ceritain juga kyak viking ma the jak……..

    AREMA ma bonek musuhannya gk antar suporter doank,lo ada orang pakai baju berbau bonek di malang psti anarki,bgtu jga sebaliknya……

    Klo bsa kan slruh suporter indo DAMAI jd di stadion yg di lihat gk spak bolanya doank tp suporternya jg…..Bsa refresing gthu……….

  4. viking
    03/03/2010 pukul 5:06 pm

    gw tau ini cerita dari siapa…

    dari anak the jak yg di forum ***** gw jga udh pernah baca…
    imi cuman COPY PASTE

  5. ray
    03/03/2010 pukul 5:28 pm

    ini artikel ko bias banget yah…gimana the jak ama viking mau damai, kalo yang buat artikel ini dengan alih2 untuk mendamaikan perseteruan ini malah jadi berat sebelah…baca deh artikelnya… seakan-akan semua itu kesalahan bobotoh, tanpa the jak sedikit pun introspeksi…
    nb. gua juga bingung soal aturan rasis dari pssi…bukannya rasis itu terhadap warna kulit ato suku bangsa yah ?? kalo ngomong “wasit g*blok” apa itu juga rasis, rasis terhadap suku “wasit”… aih…pssi isinya koruptor semua sih….

  6. iqbal (oLL)
    03/03/2010 pukul 7:12 pm

    ahhh ini ma sesat dapet copas pula

  7. ayi
    03/03/2010 pukul 7:45 pm

    saya berani bertaruh,..isi dari semua ini bohong,yang nulis ini asal ngomong,ngawur…LOW MINDSET…

  8. bobotoh......................
    03/03/2010 pukul 7:58 pm

    Hidup persib ……….

  9. boromania joshepira
    03/03/2010 pukul 8:44 pm

    damai bersaudara……

    kami memang suporter baru dan kacangan mungkin menurut orang2?
    tpi kami sangat mendambakan perdamaian,kami rindu perdamian!
    tpi kami hanya bisa membayangkan dan memimpikan itu semua……
    kami hanya bisa berdoa…..semoga SUPORTER INDONESIA BISA BERSATU

    salam damai dari kami,boromania

    bukan sekedar fanatik tpi juga berkode etik

  10. KOODOOK
    03/03/2010 pukul 11:46 pm

    TAK ADA API KLO G ADA ASAP…

    TU ARTIKEL BERAT SEBELAH,.

    BAGIMU PERSIB JIWA RAGA KAMI…….

  11. ghoemy
    03/04/2010 pukul 9:57 am

    wouuyyy…. ini artikel dimuat buat klarifikasi atau buat mencari kambing hitam??!! Coba bersikap netral jangan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar tp bagaimana caranya membuat artikel yang bisa buat supporter indonesia menjadi lebih dewasa… cooyy..! No rasis.. no anarkis.. and nonton bareng tanpa kericuhan.

  12. 03/04/2010 pukul 11:34 am

    Viking itu cemen,sunda jirih masih keras persaingan sup. Di jawa . .bonek vs arema ,pasoepati vs bonek ,arema vs kediri, brajamusti vs pasoepati,semarang vs jepara ,lam0ngan vs sby ,gresik vs sda

  13. botax's
    03/04/2010 pukul 11:42 am

    hmmm . . . kayanya cerita ini berbeda dengan yang ada di google.
    harusnya lihat kejadian sebelum tahun 2000an . . .
    coba cari artikelnya pasti berbeda dengan cerita diatas . . .
    kalo ingin damai jangan sampai ada isi yang memenangkan sebelah pihak karena akan menyulut lebih buruk perseteruan ini . . .
    yang penting sekarang semua supporter bersikap dewasa n lebih mendukung clubnya dibandingkan perseteruan . . .

    bobotoh cinta damai . . . PERSIB aing, aing PISAN

  14. wildan
    03/04/2010 pukul 12:50 pm

    hidup persib satukan hati dalam supertor indonesia
    viking majalaya cinta damai

  15. wildan
    03/04/2010 pukul 12:50 pm

    the jak anjink

  16. paka
    03/04/2010 pukul 1:07 pm

    nagrang caritana jagoan lah, ai ceuk uarang mah bedana kultur euy

  17. Asep Muhdar ayah bilqis
    03/04/2010 pukul 1:46 pm

    Ada pepatah bilang dlam syair arab yg artinya:
    “jangan terlalu mencintai kekasihmu dgn berlebihan karna bisa jadi kekasihmu menjadi musuh beratmu begitu jga jangan kamu memusuhi musuhmu dgn berlebihan karena bisa jadi musuhmu itu menjadi kekasih sejatimu”
    alahkah indahnya jika permusuhan VIKING dgn THE JECK berakhir dengan CINTA SEJATI…..
    saya selaku bobotoh santun….mengharapkan perdamayan seluruh suporter Indonesia seperti di premier league….wassalam

  18. xxx
    03/04/2010 pukul 1:56 pm

    maap.. cerita nya serasa berat sebelah.. semua ny seraasa memojokan dari bandung. terimakasih..

  19. v_king
    03/04/2010 pukul 7:07 pm

    cerita’y brat sbelah.. tdk ssuai yg asli’y..

  20. shinzi
    03/04/2010 pukul 9:11 pm

    perseturuan viking n jakmania adalah hal biasa di dunia sepak bola…suatu hal yang wajar…toh dari hal ini media banyak diuntung kan…orang Bandung banyak yang di Jakarta juga sebaliknya…saya pun orang Bandung yang tinggal di Jakarta,saya suka pake baju Persib tapi aman-aman saja…jadi jangan perseturuan ini jangan di dramatisir…bravo PERSIB

  21. fajar
    03/04/2010 pukul 9:59 pm

    hehehehe…yang tolol yang punya website, artikel provokatif kaya gini masih dipasang juga, engga di saring dulu ape tiap-tiap artikel yang mau nampang disini, buat yang bikin artikel, ente kalo engga tau sejarah jangan sok tau nyeritain masalah awal mula permusuhan…bikin stensilan aje ente….

  22. Linggar Anden dadi pasoepati
    03/04/2010 pukul 10:07 pm

    yang penting tetep satu. BHINEKA TUNGGAL IKA.
    DAMAI.. DAMAI.. DAMAI..

  23. Merindukan Prestasi Indonesia
    03/04/2010 pukul 11:29 pm

    Kepada:
    Administrator Website Suporter Indonesia

    Cobalah bijaksana untuk menghapus artikel yang sangat provokatif ini kalau memang ingin memajukan suporter di negeri tercinta Indonesia ini.

    Bukankah anda sendiri yang mempunyai peraturan seperti di bawah:

    “Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.”

    Cobalah untuk bersikap netral dalam menyikapi isu yang berkembang saat ini, bukannya memperpanjang kebencian diantara anak anak bangsa.

    Terima Kasih,
    Dari Seseorang Yang Merindukan Prestasi Indonesia di kancah dunia

  24. 03/05/2010 pukul 12:18 am

    ngak usah saling hina ini hina itu…ejek sana ejek sini….ni bukan lagi jamanx tawuran antar sporter..atau anarkis-2..mending kta instropeksi diri sendiri sebelum ejek prg lain……malu sma penduduk dunia yg lain….mereka pasti ketawain kita bro….sdah prestasi sepak bolax hancur, ehh sporterx jga ikut-2an hancur…..malu bro….
    ejek-2an selama nonton bola itu wajar krn sifat Nasionalis kedaerahan kta yg kental…..tapi batasx smpe di stadion doang bro..ngk ush di bawa smpe keluar apalagi sampe ke anak cucu….
    pemain bola ajha klo di lapangan saling ejek n saling tendang, tapi klo pertandingan sdh selesai mereka dgn lapang dada bersalaman dan bermaafan….
    jadi apa yg kalian pikirkan …masih mau di ketawain sma penduduk dunia yg lain……klo The Macz Man sih ngk mau bro……kalian..???
    salam damai buat seluruh sporter di Indonesia…mari buktikan pada dunia klo Indonesia tak seperti yg mereka pikir…..Suporter Indonesia Pasti Kreatif n Pasti Damai….I Love U All……..”The Macz Man Peace”

  25. Ferd
    03/05/2010 pukul 2:02 am

    Ang9ota The jak kbnyakan smpah msyrkt, mka tdk hran kalo kami (viking) mnybut kalian (the jak) adlah sampah ibukota

  26. ayi
    03/05/2010 pukul 2:06 am

    yang nulis artikel tidak tahu sejarah,saya yakin dia curi2 info sana sini,dia bilang dituduh ambil uang hadiah kuis,kenyataan nya memang benar hadiah dan segala benda bobotoh dicuri,..kalau mau membersihkan nama jak mania bukan sepeti ini caranya bung,you are very LOW MINDSET..

  27. 03/05/2010 pukul 7:53 am

    VIKJING,YG SAMPAH MASYARAKAT SIAPA,tHE JAK mnerima lapang perdamaian dengan siapa aje gag terkecuali ama viking ko,bukti’y lagi viking gabung ama bonek pas persitara lwn persebaya di jakarta kalian aman2 aje kan..
    fikir donk,lagii pertemuan the jak cirebon tgl 1 kemren,kalian dengan angkuh’y menyerang kami,dimana moral kalian sebagai org sunda yg di cap bnyak org sbgai org yg bermatabat,gag ada kan?
    gmn angkuh’y kalian diajak berdamai tpi menolak,malah ingin melestarikan ini,dimana otak kalian?
    org niat baik2 ko di tolak,dasar org berpendidikan rendah,pantes aje sii,kbanyakan kalian berasal dari dusun,kurang pendidikan alias kampungan…

    ngaca dulu baru berpendapat,,
    yg gag tau sejarah’y gag usah ikut2an…,alah perkeruh suasana aja.

  28. JACK
    03/05/2010 pukul 9:06 am

    THIS REAL STORY !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    BUAT YANG BARU JADI SUPPORTER SIH BILANG INI BOONG
    MANGKANYA KALO NGEDUKUNG LIAT DULU SEJARAHNYA BARU JADI SUPPORTER SEJATI
    ITU JAKMANIA MASIH KETUANYA GUGUN GONDRONG

    SUPPORTER CINTA DAMAI GAK NGELIAT LO PAKE BAJU OREN ATO BIRU

  29. redho
    03/05/2010 pukul 9:29 am

    tak adakata damai utk jakjing…. paham lo semua

  30. jack anjink .......
    03/05/2010 pukul 10:18 am

    kalian semua yang ga berpendidikan dasar the jack totol ….. jelas” film romeo n juliet itu film tidak baik n tidak bermutu karena film’a berbau kerusuhan dan menyebabkan aroma permusuhan kian membara ,, eh kalian the jack malah ngedukung’a dasar totollll !!!!

  31. Akunk Viking
    03/05/2010 pukul 1:37 pm

    apapun awal masalahnya…saya ga peduli dengan perselisihan ini, saya ga peduli dengan yg sudah-sudah, atau apa lah yg berbau propokasi,,, bagi saya nyanyian yg pantas di nyanyikan di stadion adalah nyanyian yg bisa mengobarkan semangat para pemain,tulisan di baju pun begitu, bkn kah lebih indah bila melihat baju-baju bertuliskan “AING BOBOTOH PERSIB” atau “JAYALAH PERSIBKU” ketimbang bbaju-baju bertuliskan propokasi terhadap suporter lain??? ayo semua mari bersikap dewasa… msh banyak yg harus qta kerjakan dan lebih penting qta lakukan daripada harus memikirkan perselisihan ini…

    “Bagimu PERSIB Jiwa Raga Kami”

  32. 03/05/2010 pukul 1:50 pm

    BUAT LO VIKING ANJINK YG GAK BERPENDIDIKAN..DSAR JANCOK LO SEMUA JAK MANIA NEVER..

  33. akbar thejack
    03/05/2010 pukul 1:57 pm

    HAYYY PARA PUNGGAWA VIKING YG KYAK ANJING, GA BERPENDIDIKAN, DAN PAYAH2. LEBIH BAIK KALIAN NYERAH AJA… GA ADA GUNANYA VIKING DI PULAU JAWA APALAGI DI INDONESIA
    \

  34. 03/05/2010 pukul 2:50 pm

    VIKING HANYA ORANG DUSUN YANG BRU KNAL PERGAULAN…..
    VIKING & BONEK ITU KAMPUNGAN…….

    JAK MANIA MARUYA ANTI VIKING , BONEK…………….

  35. south oranje
    03/05/2010 pukul 7:45 pm

    maklumlah anak2 viking itu baru kemaren sore, mungkin waktu perseteruan itu mereka belum lahir, kalo tanya sama ex balad persib, jurig, bomber dan bobotoh yg udh pada dewasa mereka pasti paham cerita ini, klo lo anak viking mending lo tanya sama heru joko cerita ini pasti dia malu untuk ceritanya, the jak males cari musuh tapi klo di usik terus ya kami lawan, buktinya bobotoh bomber persib sempat kami terima kedatangannya di lebak bulus dan tidak ada rusuh sama sekali, sayang viking memilih bermusuhan dengan the jak sehingga tidak bisa pakai atribut persib lagi di GBK, tidak seperti dulu waktu persib menjuarai perserikatan…salah siapa? intropeksilah kedalam dulu…salam satu indonesia satu!

  36. LiLik jendral SNEX
    03/05/2010 pukul 9:26 pm

    tinggalkan rusuh tinggalkan ribut,..

    satukan tekat untuk semarang,..

    didawah bendera panser – snex,..

    majulah semarang pantang mundur,..

    jangan kembali pulang,…

    sebelum semarang menang,..

    walau harus mati ditengah lapang,…

    panser-snex kan rela berkorban,….

  37. LiLik jendral SNEX
    03/05/2010 pukul 9:40 pm

    aaanda mengaku suporter,…?

    jika anda suporter,berpikir,bertutur,berbuat selayaknya suporter yg ber fikir secara dewasa !!!

    palitik berkelahi saling caci maki ??? itu hanya pola pikir yang keliru,..TAK ADA ASAP KLO TAK ADA API,..jangan micu keributan klo tak ingin dibilang ” SUPORTER KAMPUNGAN / NDESO “…

    panser – snex { SUPORTER SEMARANG }.

  38. t3L3k
    03/05/2010 pukul 10:22 pm

    Saya jadi teringat awal tahun 2000an..saya nonton pertandingan antara pelita vs psis semarang di std Manahan Solo..awalnya 2 kubu suporter membntangkan spanduk persahabatan antar mereka,Pasoepati dan Suporter Semarang.tapi kemudian terjadi kerusuhan 2 kubu suporter bahkan merembet hingga ke luar stadion.beberapa mobil plat H (semarang) hancur dirusak masa…saat itu saya berpikir kjadian ini pasti akan berbuntut dan berimbas dgn hubungan kdua suporter..
    tapi sya salah..kemarin,sya smpat mnyaksikan partai persis vs psis di std manahan.didlm stadion sya melihat begitu akrabnya kedua suporter (pasoepati-snex,panser),mrk berbalas lagu dan saling mnyapa.bahkan ketika hasil akhirnya persis kalah 3-0 pun,tak ada keributan yg terjdi..
    Jadi,tak ada yg tak mungkin di dunia ini..Sedalam apapun permusuhan kalo memang berniat damai,PASTI BISA…KECUALI KALO MEMANG PERMUSUHAN ITU INGIN DILESTARIKAN…YA MONGGO

  39. LiLik jendral SNEX
    03/05/2010 pukul 10:32 pm

    tapi barusan saja pasoepati jadi pahlawan bagi kami,..andai tak ada pasoepati panser snex tak mungkin bersatu di stadion manahan,..salut bwt pasoepati !! trimakasih atas sambutannya,….lupakan dendam masa lalu mari kita jabat erat tangan kita untuk persaudaraan !!!!

  40. Aing viking
    03/06/2010 pukul 1:09 am

    Sipa yg bilang orng sunda kmpungan,yg kmpungan sh sbnr’y lo the jak MONYET…Yg ska’y nyopet.Gk da crita’y woy org sunda vs sund.Gk da viking vs kabomania,viking vs gardapurwa.Yg ada lo tuh THE JAK vs NORT JAK.Pa lo gk nydar bhw lo yg gk brpndi2kn?Emang lo orng ibu kota tp klakuan kya org Pedalaman.Gw tau sgla’y tntang viking.Jd udh lah THE JAK nyrah z.Gwe jg sdar VIKING hnya d jdikn korban.Jd..Gk da damai buat lo The jac MOOONYEEET……!!

  41. 12/09/2010 pukul 2:54 pm

    wahwah… maaf ya mas2 diatas…
    koq ceritanya berat sebelah banget, dan setau saya cerita itu sudah banyak dimuat ma temen2 anak jak,, cerita yang memang dibuat untuk memojokan anak2 viking secara Halus..

    Setahu saya hadiah dari kuis siapa berani memang belum diberikan, TETAPI anak2 the jak menjarah barang anak2 Viking dan juga memukuli mereka,, sampai2 ada yang cacat permanen..

    itulah yang membuat Viking benci ma anak2 Jak,, Kebencian ini tersebar ke semua distrik Viking Se-Jawa Barat dan Balad2 Persib lainnya…

    “”maklumlah anak2 viking itu baru kemaren sore, mungkin waktu perseteruan itu mereka belum lahir, kalo tanya sama ex balad persib, jurig, bomber dan bobotoh yg udh pada dewasa mereka pasti paham cerita ini, klo lo anak viking mending lo tanya sama heru joko cerita ini pasti dia malu untuk ceritanya, the jak males cari musuh tapi klo di usik terus ya kami lawan!”” komentar di atas!!!

    setau saya Viking sudah berdiri lama jauh sebelum the jak mania,, tahun 2000 kebawah dimana setiap pertandingan di jakarta,, senayan selalu dipenuhi oleh warna biru… pada saat itu the jak belum berkembang dan belum lahir pula…

    the jak mania selalu membuat malu ibu kota,, dulu saya warga Jakarta Selatan malu oleh oknum the jak,, dulu boleh lah nnton ke senayan,, sekarang saya tau persija tanding saja sudah malas keluar rumah.. rusuh dimana2… sampai2 saya pindah ke depok pun ttp ada rusuh.. lucunya the jak rusuh dengan warga disini.. dewasalah the jak! jauh dilubuk hati saya masih mendukungmu,,

    semoga semua intropeksi,, SALAM SATU BANGSA, SATU SODARA, INDONESIA SATU,,

    DARIPADA CEKCOK SESAMA SODARA DI INDONESIA,, LEBIH BAIK LAWAN MALAYSIA YANG JELAS2 MENGINJAK2 KITA!!! FANATISME BUKTI KEBODOHAN MANUSIA!!! JAGA NASIONALISME!!! NKRI SATU!!!

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: