Perjalanan Borobudur
Gunung Sindoro, Sumbing, Tidar, Merbabu dan Merapi, yang menjadi latar Borobudur mulai dari sisi barat laut hingga timur laut, perlahan-lahan juga menghilang diselimuti kabut. Perasaan pun menjadi tenang dan pikiran seperti tersihir, membayangkan bagaimana orang-orang Mataram Kuno di abad ke-9, atas perintah Raja Samarattungga, menyusun dan mengukir batu-batu gunung berwarna hitam itu menjadi sebuah mahakarya yang tak lekang hingga sekarang.
Dengan satu pengalaman sederhana di sore itu, saya kemudian memaklumi, mengapa Amanjiwo memiliki kelas yang berbeda dengan hotel dan resor lainnya di Pulau Jawa. Tamu-tamunya juga bukan orang yang biasa, seperti Steven Spielberg, David Beckham, serta orang-orang yang tengah mencari arti kedamaian jiwa.
Suasana damai dan tenang makin bertambah dengan gaya para staf Amanjiwo yang kasual, bersahabat, dan menampilkan kesederhaan ala masyarakat Jawa. Tak ada pengawal bersenjata untuk menjaga resor eksklusif ini. Tak ada pagar antara Amanjiwo dengan desa di sekelilingnya. Setiap hari penduduk desa bebas mencangkul sawah di dekat kolam renang, atau melewati halaman resor saat hendak ke pasar tradisional.
Para staf pria di Amanjiwo selalu memakai baju beskap—jas lengan panjang ala Jawa—berwarna gading, lengkap dengan sarung batik dan blangkon. Mereka selalu tersenyum, santai, tak pernah terburu-buru. Bahkan mereka bisa memberi masukan yang sangat berguna. “Kalau ingin mendapat gambar Borobudur yang bagus, Mas bisa naik ke atap perak di atas restoran ini. Nanti saya ambilkan tangganya,” saran seorang waiter.
Terletak tepat di kaki Bukit Menoreh yang ada di selatan resort, dengan pemandangan teater alam yang menakjubkan di sisi utara, struktur Amanjiwo sendiri menghadirkan kekaguman bagi para tamu. Bangunan utamanya bulat melingkar seperti stupa utama Borobudur, dengan dua lapis kompleks suite yang terdiri dari 36 vila, membentuk struktur bulan sabit mengelilinginya.
12/30/2008 at 9:44 pm
Wedew2 melok poo rek nang Borobudur.. aq ae durung tau mrono eh ndik.. klo baca critae enak paling ya hiks2…
12/31/2008 at 5:12 am
wah masa ben,belum pernah ke borobudur,ayo kita kapan2 gitu lhoe jalan2 kesana sama temen2 satu kelas,sekalian reuni,msa udah lama berteman belum pernah jalan bareng